GuidePedia

Kotabumi, Global Post – Jajaran Polres Lampung Utara (Lampura), berhasil membekuk 11 tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) dan Pencurian sepeda motor (Curanmor), di wilayah hukum polres Lampura.

Tindak kejahatan jalanan yang selama ini meresahkan masyarakat satu persatu dibekuk Kepolisian, dengan modus hadang kayu di Jalan Lintas Tengah Sumatra (Jalintengsum) yang akhir-akhir ini meresahkan warga yang kini kasusnya telah terungkap, semoga dengan adanya penangkapan ini bisa membuat efek jera bagi pelaku kejahatan.

 ‎‎Kapolres, AKBP Esmed Eryadi, didampingi Wakapolres Kompol Suparman, Kabag Ops Kompol Handak Prakasa Qolby, Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin, dan perwira Polres setempat saat ekspos kasus mengatakan, ulah kelompok para tersangka sudah meresahkan Kantibmas warga sehingga Polres Lampura membentuk tim khusus gabungan Jatanras Polda Lampung. Polisi berhasil mengungkap sejumlah TKP, dan membekuk setidaknya 6 tersangka kasus curas.

“Dalam rangka pengungkapan kasus menonjol dengan modus hadang mobil dengan menggunakan kayu di Jalintengsum yang akhir-akhir ini meningkat di wilayah hukum Polres Lampura. Hasilnya untuk sementara ada 6 orang tersangka telah berhasil diamankan,” kata Esmed, kepada awak media, kemarin (29/6/2017).
Keenam tersangka pelaku itu ditangkap anggota polisi dari tempat yang berbeda. Tersangka yang berinisial HW (35) warga Dusun Bumiwaras, Desa Kistang, Kecamatan Abung Barat, ditangkap dirumahnya, HY (42) warga Desa Tatakarya, Kecamatan Abung Surakarta, ditangkap di Pidada Panjang Bandar Lampung, namun tersangka tersebut tewas akibat melawan petugas, ketika akan ditangkap.

Selanjutnya, tersangka JM (46) warga Sekarwangi, Desa Kamplas, Kecamatan Abung Barat, ditangkap di Pidada Panjang, Bandar Lampung, MA (30) warga Dusun VII, Desa Matarambaru, Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur, ditangkap di rumahnya, RS (31) warga Desa Penaganratu, Kecamatan Abung Timur, ditangkap di Desa Bangunsari, Abung Timur, dan BN (34) warga Bandar Kagunganraya, Simpang Propau, Kecamatan Abung Selatan itu, diamankan polisi di rumahnya.

“Keenam tersangka ditangkap karena telah melakukan perampasan yang terjadi pada 16 Maret 2017, sekitar pukul 01.00 WIB, dengan TKP Jalintengsum, tepatnya di Desa Bandar Putih, Kecamatan Kotabumi Selatan, dengan korban atas nama EF (47) sebagai pedagang,” beber Esmed Eryadi.

Mantan Subdit III Sat-Intelkam Polda Banten ini melanjutkan, untuk modus para pelaku menghadang mobil korbannya menggunakan kayu, setelah korban berhenti para pelaku menodong korbannya menggunakan senjata api yang mengakibatkan korban saat ini harus menyerahkan 1 unit mobil merk Mitsubishi L300 Hitam yang bernomor polisi BG 9846 DI, berikut muatan lada seberat 2 ton, uang tunai sebesar Rp1.050.000, dan 2 unit hp merk Blackberry dan Oppo.

“Barang bukti yang berhasil diamankan polisi dari para tersangka berupa 1 unit mobil pickup merk Mitsubishi L300 Hitam BG 9×46 DI berikut STNKnya, 1 unit mobil Suzuki Carry Putih bernomor polisi BE 9383 AX. Semua barang bukti itu masih diamankan di Polres Lampura,” kata Esmed.

Selain itu, kata dia, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 batang kayu jati bulat panjang 2 meter, tali plastik warna hitam, 1 ikat pinggang hitam, 1 buah tas kecil hitam, 2 pucuk senjata api rakitan jenis revolver berikut 5 butir amunisi colt 9 mm, 3 unit hp, 1 buah sebo warna coklat, dan 3 butir selongsong colt 9 mm.
Selain 6 orang tersangka itu, tim khusus Polres Lampura, juga berhasil mengamankan pelaku curanmor dan sebanyak 5 orang tersangka. Para tersangka tersebut adalah, Hp (33) warga Tanjung Aman Kotabumi Selatan, Ays (40) Jl. Radin Intan Kota Alam Kecamatan Kotabumi Selatan. Selanjutnya HK (26) dan ME (33) keduanya warga Desa Kota Negara Kecamatan Sungkai Utara, dan terakhir Fe (34) warga Desa Taman Sari Kecamatan Baradatu Kabupaten Waykanan.

“Para tersangka masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Sebab kasus ini masih dikembangkan. Kita menduga, adanya pelaku lain yang masih dalam pengejaran petugas,” kata Esmed.

Sementara ketika disinggung pengungkapan kasus perampokan dengan modus mendobrak pintu rumah korban dengan kayu balok? Pihaknya menegaskan, telah mengamankan dua tersangka yang diduga kuat, sebagai tersangkanya.

“Sudah kita ungkap. Dengan menangkap dua tersangka berinisial Hi dan BA. Sementara, petugas masih berkerja di lapangan guna menangkap para pelaku lainnya yang Kini ditetapkan sebagai (DPO),” ujar Esmed, yang enggan menyebutkan identitas pelaku yang sedang DPO.

Dari dua yang diamankan itu, hasil pemeriksaan sementara, telah mengakui beberapa TKP kasus perampokan dengan modus dobrak pintu rumah. “Untuk ungkap kasus perampokan rumah dengan modus dobdak pintu, pasti akan di ekspos secara khusus. Sebab, kasus itu masih dalam pengembangan untuk membekuk para pelaku lainnya. Secepatnya akan kita beritahu ke media, jika semua tertangkap,” katanya. (Yulianto)
 
Top