GuidePedia

Kediri, Global Post - Dengan adanya SPDP di Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri berarti sudah ada tersangka terkait oknum Kepala Desa Banjarejo wilayah Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Hal ini dibenarkan oleh Kasi Intel Kejaksaan Kabupaten Kediri Ahmad Heru Prasetya saat di hubungi via selulernya oleh awak media Global Post.

“Sekarang sudah SPDP mas,” katanya, dan kasi intel juga penasaran mengapa semua media menanyakan hal yang sama terkait hal ini.

“Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri sebatas menerima berkas karena itu sudah ditangani pihak Polres Kediri,” tambahnya, Kamis, 20 Juli 2017.

Kronologi  OTT oleh Tim Saber Pungli Polres Kediri, satu Kepala Desa Banjarejo  di wilayah Kecamatan Ngadiluwih diseret ke Polres Kediri di Pare. Mereka disangka melakukan pungli terhadap warga dalam pengurusan sertifikat tanah. Barang bukti berupa amplop berisikan uang tunai Rp. 6.000.000, 2 lembar surat keterangan waris, 1 buah fotokopi sertifikat hak milik no 47, diamankan Tim Saberpungli, jelang 1 Syawal Idul Fitri, kemarin yang telah diwartakan sejumlah media.

Seperti yang dituturkan salah satu warga yang enggan disebutkan namanya Kepala Desa tersebut tertangkap basah oleh tim saber pungli. Dan ada beberapa syarat yang di ajukan ke Pihak Penyidik Pikor Polres Kediri  untuk jaminan Penangguhan penahanan, sebab Kades Banjarejo(Wto) sakit-sakitan di salah satu di ruangan tahanan Polres, tapi setelah beberapa hari kemudian terlihat berada dirumah. “Kantor Desa beberapa minggu yang lalu geger, karena Kepala Desa berinisial (wto) dan salah satu perangkatnya tertangkap OTT, dan dibawa Tim Saber Pungli Polres Kediri tapi selang beberapa hari Kades terlihat berada dirumahnya,’ tutur warga sekitar.

Lebih lanjut, masih menurut warga bahwa kades tersebut yang tertangkap OTT terkait kepengurusan akte tanah yang diurus warga guna melengkapi admistrasi kepengurusan hendak balik nama. “Pada waktu itu siang hari, kalau gak salah sekitar tanggal 5 juni 2017 warga yang berinisial SN hendak mengurus surat tanah, dan sama kades serta perangkatnya dimintai uang sejumlah Rp 6 juta untuk membuat surat tersebut, hal itu diketahui tim saber pungli dan langsung melakukan penangkapan kades serta perangkatnya, dan dibawa,” tambah warga.

Di tempat terpisah Camat Ngadiluwih Agus Cahyono saat dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu membenarkan bahwa adanya OTT diwilayahnya dengan melibatkan salah satu Kades dan perangkatnya. “Benar memang ada kejadian tersebut,“ungkap Camat Agus Cahyono.

Agus juga mengatakan, agar kejadian ini jangan sampai diberitakan, karena untuk kenyamanan serta kondusifnya warga didesa tersebut. “Ya tolong, untuk kejadian ini jangan sampai diberitakan, dan saya sebagai penanggung jawab kades untuk sementara penahanannya ditangguhkan, mengingat kondisinya yang sering sakit sakitan dan masih dibutuhkan didesa setempat,“pungkas Camat Agus Cahyono.

Sebenarnya awal mula adanya OTT tersebut sudah tidak bisa ditutup tutupi karena dengan adanya media sosial whatsapp sudah dishare di group bahkan usai kejadian sudah banyak sejumlah orang birokrasi setingkat kecamatan dan desa yang sudah mengetahui. Dan tidak menutup kemungkinan walaupun oknum kades Banjarejo Ngadiluwih yang sekarang bisa bebas leluasa bisa diseret lagi masuk penjara.(bam)
 
Top