GuidePedia

Batam, Global Post – Tak satu orangpun menghendaki terjadinya musibah kecelakaan, baik  itu kecelakaan penumpang kapal laut, pesawat maupun kecelakaan lalu lintas jalan Raya, namun demikian masih ada masyarakat Batam yang belum mengetahui cara mengajukan claim premi santunan jasa raharja terkait santunan dari kecelakan moda transportasi.
 
Ada beberapa Prosedur yang harus diperhatikan sewaktu mengajukan clain asuransi kecelakaan, diantaranya adalah,1. Pasikan tanggal terjadinya kecelakaan tidak melebih enam bulan, 2. Hubungi kantor jasa raharja terdekat, 3. Sertakan bukti laporan kecelakaan dari pihak laka lantas atau dari polres terdekat, 4, Lampirkan kwitansi yang sah dari rumah sakit tempat di rawatnya korban, 5. Lampirkan surat kematian dari Rumah sakit atau surat dari unit laka lantas.

Adapun besarnya santunan yang di terima oleh korban atau ahli waris telah di atur dalam UU No. 33/34 tahun 1964 serta dikuatkan lagi dengan Peraturan mentri keuangan RI nomor 36/pmk 010 tahun 2008. Besarnya santunan untuk; 1. Kecelakaan laut dan darat adalah,biaya perawatan sebesar 10 juta rupiah, meninggal dunia sebesar 25 juta rupiah, sementara uang kubur (pemakaman) sebesar 2 juta rupiah. Sedangkan untuk korban kecelakaan udara adalah biaya perawatan atau pengobatan sebesar 25 juta rupiah, untuk korban meninggal dunia sebesar 50 juta rupiah.

Dasar hukum pelaksanaan sistim pembayaran premi adalah UU No. 33 Tahun 1964 tentang Dana pertanggungan wajib kecelakaaan Penumpang udara jo.PP No.17 tahun 1965, UU No 34 tahun 1964, tentang Dana pertanggungan wajib kecelakaan Darat dan laut, jo PP No.18 tahun 1965, demikian dikemukakan Humaas Jasa Raharja Kepri Muhammad Satria.

Lebih jauh dikatakan Muhammad Satria kepada Global Post, bahwa saat mengajukan claim asuransi hendaknya para ahli waris tidak menggunakan jasa orang lain, kami akan melayani dengan tulus tanpa ada imbalan. “Kami akan menjemput bola demi memudahkan prosesnya dan tidak di pungut biaya,” pungkasnya. (Tombang)
 
Top