GuidePedia


Kota Serang, Global Post - Seiring perkembangan zaman yang semakin maju, arus budaya barat semakin menggila menggerus budaya dan kearifan lokal, khususnya di Banten dan umumnya di Indonesia, sama halnya ketika Global Post mengunjungi salah satu tempat sarana pendidikan di Kota Serang, salah satunya SMKN 04 Kota Serang.
Tepatnya, Jumat (24/08) lalu, Yadi Sufiyadi S.Pd.M.Si sekaligus sebagai kepala sekolah mengatakan. sangat semangat ketika Global Post mengunjunginya, diawali dari fenomena Zaman kekinian, maka akar perbincangan pun di mulai, dengan topik harapan dan tantangan di tengah arus globalisasi ke kinian di Banten, beliau tampak memberikan jawaban optimis.
Harapan akan selalu ada, mana kala kita sebagai pengawal utama menjadi prisai, dalam mengawal ke arifan lokal di Banten. Bahkan dengan nada tenang beliau mengatakan, seperti organisasi yang saya bentuk saat ini, katakanlah PST (Pencak Silat Trumbu), salah satu organisasi pencak silat yang hingga saat ini masih eksis di bumi Kesultanan Banten, dan anggotanya pun hampir 1000 lebih dari kelas menengah ke bawah.
Lebih lanjut dikatakn Yadi, ketika di kampung saya merayakan ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus lalu, maka isi item puncak acaranya adalah pencak silat trumbu menjadi khazanah tontonan yang menarik. Artinya, dari karya nyata, sekecil apapun bentuknya, adalah salah satu solusi, bentuk penyelamatan untuk mempertahankan tradisi kearifan lokal dari debus hingga pencak silat, apapun alirannya di Banten, katanya.
Saat ditanya mengenai apakah ada korelasinya dengan pekerjan bapak saat ini, beliau mengatakan, "dari ujung mata pisau yang berbeda ini, tentu saja ini sangat dekat korelasinya, karena pendidikan adalah sarana untuk menimba ilmu dan mendidik serta menggemleng orang yang tadinya tidak tau menjadi tau. Pencak silat ini pun saya sudah berupaya mati-matian untuk diperjuangkan, agar pencak silat ini dapat di Perdakan oleh Kota Serang dan provinsi Banten melalui jalur legislasi dalam pengesahan.
Masih menurut paparan Yadi, harapan itu selalu ada, agar pencak silat trumbu menjadi sample (percontohan), sehingga pencak silat - pencak silat lainnya pun di Banten mengikuti, tujuannya agar masuk kedalam mata pelajaran MULOK (muatan lokal), esensi akhirnya, kata dia, apapun profesi kita, apapun cara kita yang berbeda-beda, selagi itu positif dengan semangat untuk mempertahankan budaya dan tradisi kearifan lokal di Banten, katakanlah seperti saya satu sisi sebagai pimpinan di dalam dunia pendidikan, disatu sisi sebagi sekjen DPP silat trumbu dan merangkap pula sebagai DPW silat trumbu prov. Banten. Bahkan dalam iven religi dan bulan-bulan sakral nasional yang lainnya pun,saya selalu menggerakan iven puncak akhir acara, dengan menampilkan debus dan pencak silat trumbu. Maka dari itu, cara konkrit untuk minimalisir arus zaman globalisasi, antara harapan dan tantangan untuk mempertahan kearifan lokal,budaya dan tradisi di Banten, melalui karya nyata, seperti yang saya katakan tadi. Salah satunya sarana pendidikan adalah upaya memperkenalkan,budaya dan tradisi di Banten kepada anak muda, pungkasnya. (Aldho)

 
Top