GuidePedia




Kepala Dinas Kehutaan Kabupaten Murung Raya , Reyzal Samad S.Hut


Puruk Cahu, Global Post - Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Murung Raya, Reyzal Samad S.Hut saat dikomfirmasi Global Post, diruang kerjanya, Selasa (6/9) menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya terus memantau serta mencegah sedini mungkin kebakaran hutan dan lahan yang ada di daerahnya.

Dikatakan Reyzal sampai saat ini dari 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Murung Raya, Kecamatan Murung merupakan daerah yang paling rawan terjadi Karhutla, hal itu terbukti dalam beberapa pekan belakangan ini di kecamatan Murung telah terjadi Karhutla di dua titik berbeda.

Reyzal menyampaikan bahwa memang membakar lahan itu dilarang, akan tetapi menurut Undang-Undang Lingkungan Hidup masyarakat boleh membuka lahan dengan cara dibakar akan tetapi  tidak dengan cara membabi buta dan luasnya pun paling banyak hanya 2 hektare.

“Kalau menurut UU Lingkungan Hidup itu masih diperbolehkan, akan tetapi tidak boleh lebih dari 2 Hektare dan caranya juga harus dengan baik dan benar serta tidak boleh dengan cara membabi buta,” ujarnya.

Reyzal mencontohkan, jika membuka lahan yang luasnya 1 hektare sebaiknya dibakar sedikit-sedikit dan jangan langsung seluruhnya, dimana jika dibakar seluruhnya tidak menutup kemungkinan akan mengakibatkan kabut asap di daerah ini. “Kalau lahannya 1 hektare bakarlah sedikit-sedikit sekitar 10 meter setiap harinya, dan hal itu tidak akan menyebabkan kabut asap di daerah ini,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Reyzal jika memang pemerintah bersikeras untuk melarang masyarakat membuka lahan dengan cara membakar, maka pemerintah harus memberikan solusi yang tepat untuk hal tersebut.
“Kalau membuka lahan tidak dengan cara dibakar itu membutuhkan modal yang sangat besar, nah dari mana uang para petani kita untuk membuka lahan kalau tidak dengan cara dibakar, oleh sebab itu pemerintah juga harus memikirkan para petani kecil yang ada di daerah ini,” tuturnya.

Dimana, lanjut Reyzal lagi, jika sesuatu yang berurusan dengan piring nasi (perut) maka seseorang akan berbuat apa saja untuk memenuhi kebutuhan didalam rumahnya. Oleh sebab itu masyarakat saat ini hanya bermodalkan keberanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya tidak menganjurkan masyarakat untuk melawan aturan yang ada, akan tetapi saya berharap kalau melarang itu jangan sampailah membuat masyarakat kita semakin melarat (miskin), akan tetapi pikirkanlah solusi yang tepat agar para petani yang ada tetap bisa beraktivitas,” tandasnya. (Ef)
 
Top