GuidePedia

Bandung, Global Post - Berbagai pihak (Pengusaha-red) sangat menyesalkan terhadap kinerja Kepala seksi (Kasie) Pembinaan sekolah swasta dan kerjasama pendidikan tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat H. Arif Subakti,S.Pd.M.Pd yang meneruskan kinerja Dra. Lilis Rosita, M.Si yang sekarang menjabat Kasie SMK Dikmenti Disdik Jabar. Karena beberapa tahun belakangan Dra. Lilis Rosita juga mengerjakan sendiri, boleh dikatakan Arif Subakti hanya meneruskan saja.
                   Sehingga wajar kalau H.Arif Subakti mengerjakan sendiri (Disdik Jabar dan Hotel-red) itu dikarenakan pendahulunya seperti itu. Keluhan ini dilontarkan oleh beberapa pengusaha yang bergerak dibidang jasa akomodasi dan konsumsi dilingkungan Disdik Jabar.
Bahkan mereka menuding, ada yang harus diungkap oleh pihak pihak yang berkopeten dengan dikerjakan sendiri (Antara orang dinas dan hotel), sebab bila kegiatan akomodasi dan konsumsi dikerjakan melalui pihak ketiga (Pengusaha-red) ada keuntungan yang diterima oleh pihak rekanan. Sementara kalau kegiatan itu dikerjakan orang dalam sendiri, keuntungan di bawah kemana ?
Namun fakta dilapangan, menurut sumber, payung hukum pasal 26 Perpres Nomor: 70 Tahun 2012 memungkinkan dilakukan sendiri : mengingat dan minimbang dikelompokan pada swakelola penyelenggaraan diklat, kursus, penataran, seminar, lokakarya atau penyuluhan.
Namun hal tersebut dijadikan aji mumpung oleh pejabat dilingkungan Disdik Jabar, karena pihak hotel memberikan cast back untuk kelebihan sisa anggaran kepada pejabat pengelola kegiatan. Untuk itu kesempatan untuk mengelola kegiatan akomodasi tidak diberikan kepada pihak ketiga  atau kelompok masyarakat.
Sedangkan pajak yang hanya dibayar oleh pihak Hotel hanya sebesar 4-5%, sementara sisa  pajak yang lainnya kalaupun ada entah mengalir kemana.
Tinggal dikalkulasikan antara besarnya anggaran dan banyaknya peserta yang berpatokan harga kepada standar APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2016,  namun yang harus dipertanyakan mengalir kemana besarnya uang  dari hasil diskon/fee dari pihak hotel atau sisa anggaran dari  standar harga APBD setelah pembayaran kepada pihak Hotel.
Salah satu contoh pada Kegiatan Pembinaan Sekolah Swasta Kode rekening kegiatan (07.02)-108 x 2 = 216 orang  x 1  kegiatan = Rp.56.160.000,- dan 100 orang x 2 hari x 4 kegiatan = 400 orang x 260.000/orang = 208.000.000,- (11.02) 108 orang x dua hari x 1 kegiatan x Rp.90.000 = 19.440.000,- dan 100 orang x 2 hari x 4 kegiatan = 400 orang x Rp.90.000/orang = 72.000.000,-
Kegiatan Verifikasi KKN Tematik (07.02) 55 orang x 2 hari x 2 kegiatan x Rp.350.000/orang = Rp.77.000.000,- dan 55 orang x 2 hari x 2 kegiatan x Rp.150.000/orang = Rp.33.000.000,-.
Menanggapi tudingan dari pihak pengusaha, Kepala seksi (Kasie) Pembinaan sekolah swasta dan kerjaama pendidikan tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat H. Arif Subakti, SG.Pd.M.Pd dengan tenang menjab semua yang dialamatkan kepadanya.
Kepada  Global Post senin 25/7 diruang kerjanya H. Arif menjelaskan, bahwa apa yang disampaikan pengusaha kepada anda (Global Post-red) itu memang benar, tetapi itu disebabkan kegiatan disini sangat kecil dan susah untuk di bagi- baginya.
Kalau kita kasi pengusaha A tentu pengusaha B mau minta juga, makanya lebih baik kita kerjakan sendiri sajalah (PNS dan Hotel) karena kontraknya langsung pakai yang punya hotel.
Dan kalau lewat pihak ketiga kata Arif, itu sama saja, toh pihak ketiganya juga tidak bisa keluar, selain itu saya kasian melihat staf dan karyawan saya dari bulan  Januari sampai Desember tidak punya kegiatan apa apa. Dan menyangkut cast back atau diskon/fee dari pihak hotel tidak bisa dibuktikan antara yang memberi dan diberi.
Untuk kegiatan pembinaan sekolah swasta lanjut Arif sebanyak empat angkatan, dan kita laksanakan di Delaga Biru Hotel Cipanas Puncak Cianjur. Dan untuk Kegiatan Verifikasi KKN Tematik tidak jadi kita laksanakan, katanya. (Herman.S)
 
Top