GuidePedia


Bandung, Global Post - DPRD Provinsi Jawa Barat menetapkan pergantian Irianto MS. Syafiuddin (Yance) dari posisi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat. Pergantian tersebut ditetapkan dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Jabar, di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kamis (28/7).
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Provinsi Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengumumkan pergantian Yance kepada seluruh anggota dewan yang hadir. Pergantian ini, lanjutnya, merupakan usulan dari DPP Partai Golongan Karya, DPD Partai Golkar Jabar, dan Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jabar.
Partai berwarna kuning ini menunjuk Ade Barkah Surahman sebagai pengganti Yance. Ineu mengatakan, surat pergantian Yance dari unsur partai tersebut telah diterimanya sejak beberapa waktu sebelumnya.
"Diterima sebelum Lebaran (Idul Fitri 1437 H)," kata Ineu usai memimpin paripurna. Setelah melalui proses di DPRD Provinsi Jabar, pihaknya secara resmi mengumumkan dalam paripurna kemarin.
Selanjutnya, proses pergantian ini diusulkan ke Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk segera ditindaklanjuti. "Baru Gubernur yang akan mengusulkan ke Kemendagri. Nanti Kemendagri yang akan menetapkan (meresmikan dengan mengeluarkan SK pengangkatan Ade)," ucapnya.
Ineu pun mengapresiasi pergantian ini karena pimpinan DPRD Provinsi Jabar kembali lengkap. Belakangan ini, terlihat adanya kekosongan pimpinan karena Yance berhalangan hadir setelah tersangkut persoalan hukum.
Ineu pun berharap, kinerja dan soliditas dewan bisa lebih baik dengan lengkapnya pimpinan. "Kerjasama dengan eksekutif bisa lebih baik, untuk bersama-sama melaksanakan pembangunan," pungkasnya.
Ade Barkah Surahman mengatakan, dirinya siap menjalankan tugas sebagai pimpinan dewan yang baru. Terlebih, jabatan pimpinan dewan bukan hal baru bagi dirinya. "Mungkin saya dipilih karena pengalaman saya selama menjadi pimpinan DPRD Cianjur," katanya.
Ade mengatakan, proses pengusulan dirinya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar akan segera selesai. "Paling kalau tidak dua minggu, sebulan lagi (prosesnya) selesai," pungkasnya.
Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, pihaknya segera merespons kekosongan pimpinan dewan pasca Yance tersangkut hukum. Sebab, kekosongan tersebut akan berpengaruh terhadap kualitas pembangunan. "Ada kekosongan wakil ketua DPRD ini sangat merugikan kegiatan kepentingan masyarakat luas," kata Dedi saat dihubungi dari Bandung, Kamis (28/7).
Oleh karena itu, Dedi meminta Ade agar segera beradaptasi dengan jabatan baru tersebut demi jalannya pembangunan yang baik. Lebih lanjut Dedi mengakui, pemilihan Ade sebagai pengganti Yance dilakukan berdasarkan struktur politik di DPD Golkar Jabar.
Saat ini, kata Dedi, Ade merupakan Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar sehingga merupakan orang nomor 2 di Golkar Jabar setelah dirinya. Meski begitu, Dedi menilai Ade memiliki kapasitas yang baik untuk menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar.
Ade pun, lanjutnya, memiliki komitmen yang baik dalam menjalankan pembangunan yang promasyarakat. "Pimpinan DPRD itu memiliki jabatan strategis, terutama dalam menentukan arah kebijakan anggaran. Partai Golkar punya komitmen cukup kuat menata anggaran Jawa Barat agar betul-betul memiliki makna bagi perubahan sosial ekonomi di Jawa Barat," pungkasnya. (Herman.S)
 
Top