GuidePedia

Bandung, Global Post - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, daerah pemilihan Kabupaten Bekasi, H Syahrir, SE meminta Pemerintah  Daerah Kabupaten Bekasi segera mengantisipsi permainan tengkulak yang menaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasar tradisional menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri dengan menggelar sembako murah.  
 
“Permainan harga sembako merupakan kejahatan yang dilakukan oleh tengkulak. Mereka (tengkulak) melakukan penimbunn sembako sehingga barang sulit dicari warga. Kemudian mereka jual dengan harga semau mereka, tentu saja dengan harga yang lebih tinggi,” kata Syahrir yang dikonfirmasi wartawan, Minggu (22/5/2016).

Untuk mengantisipasi kenaikan harga sembako kata Ketua Komisi A DPRD Jawa Barat ini, Pemda dan seluruuh pihak terkait harus secepatnya melakukan operasi pasar agar harga sembako tetap stabil. “Situasi ini harusnya bisa diantisipasi. Pemda maupun Bulog harus segera mengadakan operasi pasar dan menggelar sembako murah untuk menjaga stabilisasi harga-harga dan terjaminnya stok kebutuhan bahan pokok,” ujarnya. 

Bila tidak segera dilakukan operasi pasar dan menggelar sembako murah maka pedagang dan tengkulak terus bermain menaikan harga. “Sehingga situasi ini sangat menyulitkan masyarakat. Sebab itu saya berharap peran serta pemerintah bisa menindak tegas para pedagang dan tengkulak yang mencari keuntungan ditengah kesulitan masyarakat,” katanya. 

Sebelumnya, Kepala BKPM Griya Pratama Mas Cikarageman, Aiptu Edison Sitorus, yang melaksanakan perintah Kapolsek Setu, AKP Agus Rohmat,SH, untuk melakukan sambang pasar pada Sabtu (21/5/2016), telah terjadi kenaikan harga sembako. Junaedi, pedagang sembako di Pasar Serang Blok A1/19 kepada Ediaon Sitorus mengaku harga sembako di pasar tempat dia berdagang telah merangkak naik. “Saat ini harga sembako sudah naik sekitar 15 persen, pada bulan puasa kenaikan bisa mencapai 25 persen,” kata Junaedi. (Herman. S)
 
Top