GuidePedia

Kepahiang, Global Post - Menindak lanjuti informasi yang disampaikan Bupati Kepahiang saat Peringatan Hardiknas,   Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM meminta para pengajar atau guru dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Sebab menurutnya, orang yang tak mampu menyikapi dan menyaring perkembangan teknologi dan informasi akan mudah terjerumus pada hal negatif. 

Lebih lanjut dia katakana, dalam Perkembangan teknologi saat ini harus dimanfaatkan sebagai salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai yang positif, bukan justru malah terjerumus dalam gelombang teknologi dan informasi itu karena ketidakmampuan menyaring dan menyikapinya.

Bupati Kepahiang juga menjelaskan, memastikan generasi Kepahiang menjadi generasi penerus yang berkualitas adalah tugas semua lapisan masyarakat, baik guru, orang tua dan juga pemerintah. Semuanya adalah tugas kita untuk memastikan binar keingintahuan di mata setiap anak Indonesia, serta semangat berkarya di dalam dirinya tidak akan padam. Dan tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya. Rasa percaya dari orang dewasa kepada anak-anak untuk berkarya dan ikut membawa kebudayaan kita terus bergerak melangkah maju adalah kunci Pokok Dari Keberhasilan, pesannya.

Menyikapi hal tersebut,  Zamzami Zubir, SE MM selaku Kepala Dinas DIKPORA Kab. Kepahiang mengungkapkan Penerapan Teknologi Informatika Pada Guru pada saat ini sudah merupakan suatu keharusan. Sebagai pendidik, dalam hal ini dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi agar tidak ketinggalan informasi. Dunia pendidikan diharapkan mampu menyelaraskan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, peserta didik, dan tuntutan pekerjaan sebagai lembaga/instansi pemerintah.

“Kecepatan, ketepatan, ketelitian, dan keakuratan data dalam menyelesaikan pekerjaan sebagai tenaga pendidik ataupun tenaga kependidikan akan dapat terwujud apabila mampu menguasai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada pengerjaan tugas sehari-hari,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kepahiang ini.

Lebih jauh Zamzami Zubir, SE MM mengungkapkan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi telah mentransformasi cara pembelajaran. Saat ini sumber kekuatan utama adalah pengetahuan infromasi dan teknologi menjadi salah satu cara untuk menjangkau semua pihak dalam menyampaikan informasi, termasuk dalam dunia pendidikan dan proses pembelajaran siswa di kelas. Anak-anak kita sekarang sudah menjadi generasi Penerus, dan salah satu Program DISDIKPORA Kab. Kepahiang adalah bagaimana kita mengajak hijrah bersama-sama dari pola industrial nenjadi pola pembelajaran digital karena anak-anak kita sudah berada di sana.
Dijelaskannya, dalam rangka menyongsong pendidikan yang Bebasis Teknologi dan Informasi dan menyambut Masyarakat Eknomi yang Maju, Disdikpora Kab. Kepahiang Provinsi Bengkulu  membuat terobosan menggerakan program Th 2016 ini, sekaligus mendukung visi dan misi Bupati Kab. Kepahiang yang akan Memprogramkan Kota Kabupaten Kepahiang sebagai kota tujuan pendidikan yang Berbasis Teknologi dan Informatika di Bidang Pendidikan.

Program dan Kegiatan Pembangunan Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang Tahun 2016 diarahkan selain untuk melanjutkan peningkatan pembangunan fisik sarana prasarana pendidikan, juga peningkatan mutu pendidikan yang meliputi mutu pendidik dan tenaga kependidikan serta mutu yang diwujudkan melalui prestasi perserta didik. 

Di tahun ajaran baru ini, untuk Guru agar menyampaikan kepada peserta didik untuk bersemangat belajar serta melaksanakan Upaya Penumbuhan Budi Pekerti sebagaimana yang digalangkan oleh Bapak Bupati, sehingga tidak ada lagi peserta didik yang ketika masuk kelas merasa malas atau kurang bersemangat, atau malah takut dengan gurunya. Kembangkan model pembelajaran yang dikemas dengan metode-metode pembelajaran yang artisipatif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Sehingga peserta didik dapat mengeksplorasi bakat dan minatnya untuk mendukung kecerdasan intelgensianya maupun kecerdasan hatinya. Sesuai harapan Cerdas Komperhensif yang meliputi Cerdas Spiritual, Cerdas Intelektual, Cerdas Kinestesia dan Cerdas Emosional dan Sosial.

Masyarakat Kabupaten Kepahiang telah mempercayai, mengakui dan menyerahkan kepada guru untuk mendidik anak-anak bangsa dan membantu  mengembangkan potensinya secara professional. Kepercayaan, keyakinan dan penerimaan ini merupakan substansi dari pengakuan masyarakat terhadap profesi guru. Implikasi dari pengakuan tersebut mensyaratkan guru harus memiliki kualitas yang memadai, tidak hanya pada tataran normatif saja namun juga menyangkut pengembangkan kompetensi yang dimiliki, baik kompetensi pedagogik, kepribadian, professional maupun sosial dalam ranah aktualisasi kebijakan pendidikan.

Memang guru merupakan elemen kunci dalam sistem pendidikan, khususnya di sekolah. Semua komponen lain mulai dari kurikulum, sarana prasarana dan sebagainya tidak akan banyak berarti apabila esensi pembelajaran yaitu interaksi guru dan peserta didik tidak berkualitas. Semua komponen lain, terutama kurikulum akan “hidup” apabila dilaksanakan oleh guru Guru dalam jenjang pendidikan manapun mulai dari TK, SD, SLTP dan SLTA memiliki peran sangat penting dan strategis dalam merencanakan, menyiapkan, menyelenggarakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran.  Hal tersebut lantaran guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek “guru” dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional.

Memang, sebagai agen pembelajaran dan pengembang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta sebagai pengabdi kepada masyarakat guru bersentuhan dengan para peserta didik hanya dalam beberapa jam saja dalam sehari, tetapi itu mempunyai dampak pembinaan kejiwaan dan intelektualitas yang sangat mempengaruhi kepribadian mereka. Bila guru benar-benar melaksanakan tugas dan fungsinya dengan kualitas sebagai pendidik (bukan hanya sebagai pengajar) maka pendidikan di sekolah akan menjadi titik awal bagi pembuka cakrawala baru bagi para peserta didik, dan ini merupakan modal yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan kejiwaan dan intelektual mereka.

Dalam Fasilitas Program Dinas DIKPORA Kabupten Kepahiang Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan maupun program dalam jabatan. Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified. Potensi sumber daya guru itu perlu terus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara potensial. Selain itu pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus-menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas masyarakat.

Peningkatan mutu dan profesionalisme guru dalam kinerjanya sangat berkaitan erat dengan efektivitas pelayanan supervisi. Maka diharapkan (menjadi keharusan) kegiatan supervisi hendaknya mampu mendorong guru untuk meningkatkan kualitasnya dalam berbagai kompetensi baik kompetensi pedagogik, kepribadian, professional maupun sosialnya sebagaimana disebutkan di atas.

Dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen dijelaskan bahwa kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas profesinya.

Dari gambaran pengertian di atas dapatlah disimpulkan bahwa kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang kompetensi yang seharusnya dikuasai oleh guru. Kepala Dinas Dikpora Kab. Kepahiang Zamzami Zubir Juga  mengemukakan bahwa guru harus memiliki kemampuan merencanakan pengajaran, menuliskan tujuan pengajaran, menyajikan bahan pelajaran, memberikan pertanyaan kepada siswa, mengajarkan konsep, berkomunikasi dengan siswa, mengamati kelas, dan mengevaluasi hasil belajar.

Lebih lanjut kompetensi yang harus dikuasai seorang guru profesional meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetesi sosial dan kompetensi kepribadian.

Kompetensi pedagogik pada dasarnya adalah  kemampuan yang harus dimiliki guru dalam mengajarkan materi tertentu kepada siswanya, meliputi: memahami karakteristik peserta didik dari berbagai aspek, sosial, moral, kultural, emosional dan intelektual; memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peserta didik; memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik; menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik; mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran; merancang pembelajaran yang mendidik; melaksanakan pembelajaran yang mendidik; memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan belajar dalam konteks kebhinekaan budaya serta mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.

Kompetensi profesional menyangkut kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi. Diharapkan guru menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya, menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi, mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi, menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui evaluasi dan penelitian.

Kompetensi sosial menyangkut kemampuan guru dalam komunikasi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali dan masyarakat.  Diharapkan guru dapat berkomunikasi secara simpatik dan empatik dengan peserta didik, orang tua peserta didik, sesama pendidik dan tenaga kependidikan dan masyarakat, serta memiliki kontribusi terhadap perkembangan siswa, sekolah dan masyarakat, dan dapat memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk berkomunikasi dan pengembangan diri.

Sedangkan kompetensi kepribadian mengarah kepada kepribadian seorang guru harus mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, serta berakhlak mulia sehingga menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat serta mampu mengevaluasi kinerja sendiri (tindakan reflektif) dan mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan.

Dalam upacara peringatan Hadiknas 2016 dalam Kutipan Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM, bahwasannya Perkembangan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggali bahan pembelajaran dan sumber belajar bagi pengetahuan peserta didik. Guru adalah simbol pembelajaran sepanjang hayat, tidak ada kamusnya bagi Guru berhenti belajar, tidak ada sejarahnya Guru berhenti berlatih. Ilmu pengetahuan yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, tentunya harus diikuti dengan itikad baik dan niat untuk terus belajar sepanjang hayat. 

Demi kebutuhan pembelajaran anak didik kita, mari di Bulan yang penuh peningkatan ini kita tingkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kepahiang Hasil pembangunan manusia di bidang pendidikan, tidak dapat langsung terlihat hasilnya seperti kita membangun gedung. Walaupun telah menghabiskan ratusan milyar lebih secara terus menerus. Pendidikan ibarat menanam sebuah bibit pohon dan merawatnya sampai pohon itu besar dan berbuah, yakni membutuhkan waktu yang panjang, biaya yang besar, menguras pikiran, kesabaran dan ketekunan agar pohon yang kita tanam kelak menghasilkan buah yang enak dan baik. (Seril)
 
Top