GuidePedia

Tangerang, Global Post - Bulan Mei menjadi bulan peringatan yang penuh pergerakan, baik dari gerakan buruh maupun berbagai elemen lainya, tak terkecuali mahasiswa, terdapat banyak tanggal di bulan tersebut yang menjadi hajat mahasiswa, mulai dari Hardiknas, Reformasi dan Hari Kebangkitan Nasional. 
 
Masih di dalam suasana itu pula asosiasi mahasiswa program studi Ilmu politik mengambil peran. Setelah pada tanggal 16-19 Februari 2015 lalu telah berhasil membuka lembar sejarah baru dengan terselenggaranya Kongres HIMAPOL Nasional yang  membahas berbagai isu penting yang tengah terjadi dalam dinamika politik Indonesia dewasa ini, peserta kongres juga menyepakati sikap dukungan terhadap politik bersih.

Kongres tersebut diikuti oleh 13 perguruan tinggi, antara lain Unan, Unair, Unhas, UI, Universitas Islam Negeri Jakarta, ISIP Jakarta, Unimal, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Unpad, Universitas Sumatera Utara, Unsyiah, dan Universitas Tanjung Pura Banjarmasin. 

Hasil Kongres berbuah pembentukan Himpunan Mahasiswa Ilmu Poltik (HIMAPOL) Indonesia yang terdiri dari beberapa korwil. Sebagai tindak lanjut, telah pula digelar kegiatan rapat kerja nasional di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur (27/9/15). Rakernas tersebut menghasilkan beberapa poin penting perihal perapihan struktur, konsepsi HIMAPOL dan juga perihal kelanjutan kongres ke-2 yang akhirnya menyepakati bahwa HIMAPOL FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai tuan rumah Kongres ke-2 pada tanggal 26-29 Mei 2016 pekan kemarin.

Sebagai suatu organisasi yang baru lahir HIMAPOL Indonesia mengambil langkah progresif dengan mengangkat tema “Quo Vadis Wajah Perpolitikan Indonesia di 18 Tahun Reformasi”, tema tersebut diambil sebagai langkah mengawal isu-isu nasional yang selama 18 tahun reformasi belum mencapai konvergensi demokrasi substansial. Adapun tiga sub tema yang menjadi perhatian khusus dalam rangkaian kongres adalah: Islam dan Politik dalam Bingkai 18 Tahun Reformasi, Arah Pembangunan Ekonomi Indonesia di Era Globalisasi, Revitalisasi Arah dan Gerak Mahasiswa Pasca 18 Tahun Reformasi. Tema tersebut dianggap sangat vital dan memiliki urgensi diskursif yang signifikan dengan kondisi objektif di Indonesia. 

Dalam rangka memperbesar skala integrasi mahasiswa prodi Ilmu Politk, kali ini HIMAPOL FISIP UIN Jakarta sebagai penyelenggara akan memanggil tidak kurang dari 40 (empat puluh) Perguruan Tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, hal tersebut diharapkan dapat menjadi upaya serius dalam mengkonsolidasikan HIMAPOL Indonesia ke arah yang lebih mapan dalam memberikan kontribusinya kepada bangsa. 

Ketua HIMAPOL periode 2015-2016 Muhammad Dzulfikar juga dalam suratnya kepada Kholid Suryadi Presiden HIMAPOL FISIP UIN Jakarta tertanggal (29/04/2016) memberikan pandanganya bahwa; mahasiswa dalam perjalananya hanya melakukan evaluasi tindakan yang bersifat parsial, oleh karena itu Dzulfikar berharap kongres dapat dijadikan sebagai upaya penyatuan atas keberagaman akan pola pikir, pandangan, serta tindakan terhadap fenomena politik di negeri ini, melakukan proses dialektika dalam ruang lingkup yang sama, yakni  Kongres Mahasiswa Ilmu Politik Se-Indonesia. Hal ini juga, merupakan langkah awal baik bagi mahasiswa ilmu politik untuk menunjukan eksistensinya dalam menafsirkan jati dirinya sebagai basis utama dalam mengontrol, mengarahkan peta perpolitikan Indonesia, guna menuju cita-cita bangsa Indonesia yang demokratis. 

Adapun serangkaian acara kongres yang akan digelar dalam kurun waktu empat hari ialah: Pembukaan Kongres dan Seminar Nasional, Wisata Sejarah. Di hari ke-tiga akan langsung masuk pada sidang pleno laporan pertanggung jawaban Badan Pengurus Harian HIMAPOL Indonesia periode 2015-2016, dan di hari terkahir akan diselenggarakan sidang pleno pemilihan kepengurusan periode 2016-2017, malam keakraban dan dilanjut dengan penutupan kongres.

Ketua Pelaksana Acara Muhamad Asnawi Irzal juga menaruh harapan besar terhadap suksesi acara kongres, ia berpendapat; “bahwa terselengaranya kongres nanti tidak hanya menjadi ajang seremonial atau kongkow mahasiswa politik semata, tapi menjadi langkah konkrit bagi mahasiswa ilmu politik di seluruh Indonesia dalam memperjuangkan janji-janji reformasi yang menurutnya masih hanya dinikmati oleh kelas-kelas tertentu dan belum menyentuh kepentingan rakyat kecil”.  

Setiap wakil delegasi akan diberikan kesempatan untuk memberikan konsepsinya dalam bentuk essay. Essay terbaik akan presentasikan langsung di hadapan peserta kongres dan tokoh politik nasional. Maka dari itu Kholid Suryadi Selaku Stering Comite mengupayakan semaksimal mungkin menghadirkan tokoh-tokoh penting bangsa hari ini yang dapat berdialog dan memformulasikan gagasan-gagasan peserta kongres ke dalam kebijakan politik.

“Saya mengharapkan dukungan semua pihak, tak terkecuali dari mahasiswa yang bukan dari prodi Ilmu Politik, agar kongres tersebut tidak ekslusif kepentingan mahasiswa prodi Ilpol, tapi juga demi kepentingan seluruh bangsa Indonesia yang lebih baik di hari depan,” ujar Ketua HIMAPOL FISIP UIN Jakarta Kholid, Minggu (01/05/16). (Risty)
 
Top