GuidePedia

Baturaja, Global Post    Ditemukannya Gua Harimau yang terletak di Bukit Sialang Desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan, yang hanya berjarak 2 KM dari Gua Putri, pada Tahun 2007 yang lalu ternyata tersimpan sejarah Peradaban manusia puluhan tahun, yang hingga kini masih di kembangkan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
 
Seiring berjalannya waktu, Pada Tahun 2013 yang lalu, Gua Harimau yang di kenal masyarakat sekitar, satu persatu mulai terungkap bahwa di Gua tersebut sudah ada Peradaban 4 ribu hingga 22 ribu Tahun yang silam.

“Setelah melalui proses yang sangat panjang dan melibatkan banyak pihak, akhirnya pada Tahun 2013, disini ditemukan beberapa kerangka manusia yang hidup sekitar 4000 tahun yang silam beserta artefak yang menandakan pada saat itu sudah ada peradaban,” kata Aufa Syahrizal mantan Kadisporabudpar Kabupaten OKU saat mendampingi para siswa dan siswi SMA se-OKU pada Senin (16/5) lalu.

Disisi lain, koordinator Penelitian Prof. Truman Simanjuntak menegaskan, kegiatan penelitian melibatkan berbagai pihak bahkan dari berbagai negara di Gua Harimau. “Satu persatu terungkap bahwa pada masa silam, Gua Harimau di huni oleh dua Ras dan Masa hingga 22 ribu tahun, dan ada kemungkinan 60 ribu tahun, dibuktikan oleh temuan kerangka pada kedalaman penggalian 2,7 meter yang saat ini masih terus di lakukan penelitian hingga kedalaman 5 meter, dan tempat ini akan dijadikan Kawasan Strategis Nasional,” kata Prof Truman.

Ia menekankan kepada pelajar agar dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mempelajari sejarah dan leluhur. “Maknai Aku datang, aku dengar dan aku lihat hingga aku mencintai peradaban leluhur, peradaban kami,” katanya.

Sementara itu sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Irene Camelyn Sinaga saat membuka sosialisasi Rumah Peradaban Gua Harimau di Gua Putri, Merasa bangga dengan adanya Gua Harimau dan Gua Putri yang tidak ada duanya di Pulau Sumatera.

Irene menjelaskan, yang ada di gua putri dan gua harimau ini merupakan suatu berkah. Gua putri dan Gua Harimau ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam perekonomian  dan juga untuk meningkatkan pariwisata. utamanya Sumatra selatan menjadi sentral fisik  dan non fisik.

“Kita terbayang gua putri ada di bali. Ini akan menjadi projek wisata. Disamping itu kita juga mesti bangga Gua Putri dan Gua Harimau ini hanya ada di Sumsel. Dengan adanya Gua putri dan Gua harimau ini harus mampu meningkatkan, perekonomian masyarakat,” ungkapnya di hadapan ratusan perserta siswa dan siswi dari 32 SMA di OKU.

Sedangkan Kepala Pusat Penelitian Akriologi Nasional, I Made Grya menjelaskan, rumah peradaban, itu lebih kepada aksi. Melalui kegiatan ini mereka ingin adanya interaksi, dari masyarakat.

Di kesempatan itu Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, I Made Grya menjelaskan, rumah peradaban, itu lebih kepada aksi. Melalui kegiatan ini mereka ingin adanya interaksi, dari masyarakat dengan peninggalan peradaban.

“Dari hasil penelitian banyak penemuan peradaban dan peninggalan. Jadi melalui kegiatan ini dan peran serta berbagai lapisan, kita membentuk sistem, dan memunculkan komunitas peduli peradaban. Kita ingin menguatkan karakter masyarakat, katanya tagline kita, Mengungkap, Mencintai dan Memaknai peradaban yang ada. Rumah peradaban ini bukan hanya di OKU yang memiliki situs Gua Harimau dan Gua Putri saja. Dibeberapa daerah juga sudah ada, sedangkan Situs Gua Harimau di OKU adalah situs nasional, ini bukan situs kecil ini situs besar, Bahkan dalam penelitiannya melibatkan orang asing. Potensi besar, bisa diangkat, mulai dari lingkungang adaptasi bisa dipelajari. Pluralisme 4 ribu tahun hingga 22 ribu yang lalu sudah ada pluralisme dengan ditemukan. Ini modal utama kita, dan harus kita jaga dan lestarikan,” tukasnya. (Nur Cahya)
 
Top