GuidePedia

Ciamis, Global Post - Pelaksanaan peningkatan jalan Harsono Sudiro diduga tidak sesuai spek, pasalnya pada penerapan agregat batu yang digunakan bercampur dengan batu kropos atas penyanpuran atau penggunaan bahan tersebut   akan mengurangi umur jalan dan berakibat kerugian negara.
 
Berdasarkan hasil pantauan dilapangan yang dilakukan Global Post terhadap pengerjaan di lapangan, terutama untuk mengambil data visual diperoleh jenis material yang dikatagorikan tidak termasuk batu poslen.

Sementara saat ditemui PPTK Aris yang menjabat sebagai kasi Pemeliharaan  Dinas Binamarga  diruang kerjanya mengatakan, "pemakaian batu pada agregat seharusnya memakai batu poslen dan disesuaikan dengan ketentuan yang ada, apila memakai batu kropos saya menginstruksikan untuk diganti atau dibongkar apabila sudah terpasang,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini Lembaga Analisis Kebijakan Publik (Lansip) Asep Nurwanda sangat menyangkan sikap pejabat tersebut. “Seharusnya pihak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan( PPTK) mengawasi pelaksanaan kegiatan apabila ada hal kecurangan sebaiknya menegur agar pekerjaannya diperbaiki. Dan apabila ini dibiarkan berarti PPTK menerima pekerjaan yang tidak sesuai spek tidak menutup kemungkinan ada kongkalikong untuk meraup keuntungan dari kegiatan tersebut,” ungkapnya.
 
Top