GuidePedia

Bandung, Global Post - DPRD Jawa Barat akan terus memantau pengerjaan sejumlah venue yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jabar. Hal ini dilakukan sebagai dorongan agar seluruh PON tersebut tuntas tepat waktu.

Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, pengerjaan seluruh venue PON harus tuntas paling lambat bulan depan. Waktu yang tidak banyak lagi ini mengharuskan adanya percepatan.
"Makanya kami akan pantau terus. Kami ingin memastikan semuanya berjalan baik, tepat waktu," kata Ineu di Gedung DPRD Jabar.

Ineu pun menyebut, kemarin Komisi IV DPRD Jabar memantau persiapan di GOR Bima, Kota Cirebon. Gor tersebut akan digunakan sebagai tempat pertandingan bulutangkis yang semula akan digelar di GOR Bandung, Kota Bandung. "Kami akan terus pantau semuanya. Kami tidak ingin ada keterlambatan," pungkasnya.

Gubernur Jabar yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XIX/2016 Ahmad Heryawan tetap optimistis pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Tanah Air ini akan berjalan tepat waktu. Heryawan meyakini, semua pekerjaan fisik yang dibutuhkan untuk PON 2016 akan tuntas pada Juni mendatang.

"Kalau persentase kita hitung dulu, takut salah persentase. Tapi harus dikatakan bahwa Insha Alloh bulan Juni semua persiapan fisik selesai," kata Heryawan di Bandung.

Meski begitu, Heryawan mengakui, persoalan menyangkut arena pertandingan PON kembali bertambah seiring batalnya Kabupaten Subang menjadi tuan rumah cabang olahraga balap sepeda. Batalnya pertandingan sepeda di kawasan utara Jabar ini dikarenakan pincangnya pemerintahan di daerah tersebut seiring penetapan Bupati Subang sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Karena ada persoalan pemerintahannya, tidak bisa menjalankan tugas dengan baik di pemerintahan Subang, jadi kita pindah ke Tasikmalaya" katanya. Beruntung, kata Heryawan, lokasi untuk balap sepeda di Tasikmalaya ini sudah tersedia dan tinggal memerlukan sedikit perbaikan.

Sementara itu, terkait belum siapnya GOR Bandung di Jalan Jakarta, Kota Bandung untuk menggelar cabor bulutangkis, pihaknya sudah menyiapkan Kota Cirebon sebagai gantinya. "Kita pindah ke Cirebon," katanya seraya menyebut pertandingan cabor tarung derajat akan tetap digelar di GOR Bandung.

Heryawan melanjutkan, saat ini pihaknya pun menunggu perbaikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api, di Gedebage, Kota Bandung. Selain untuk menggelar pertandingan cabor sepakbola, stadion yang baru dibangun ini pun masih dimungkinkan untuk menjadi lokasi upacara pembukaan dan penutupan PON 2016 yang akan digelar September mendatang itu.

"Kalau itu selesai, maka sangat mungkin opening ceremony dipindahkan ke situ. Tapi pada saat yang sama, kalau tidak mungkin pun Jalak Harupat selesai," katanya.

Adapun untuk meningkatkan akses menuju Stadion Si Jalak Harupat, Heryawan optimistis pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) akan tuntas sebelum ajang PON dimulai. "Saya sudah berkali-kali tanya ke kontraktor tol, bisa. Dia bilang bisa," pungkasnya. (Herman. S)
 
Top