GuidePedia

PT (EGP 28 orang, justeru di duga kuat main “sunat” gaji karyawan sendiri, yang tidak lain adalah security yang bekerja di perusahaan tersebut. Tidak tanggung-tanggung gaji security yang dipotong mencapai Rp. 500.000 per orang untuk per bulannya tanpa alasan yang jelas. 

Dompu, Global Post - PT. Esa Garda Pratama (EGP) yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengamanan di bawah naungan perusahan PT. SMS yang berlokasi di Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Dari jumlah tenaga security yang ada pada saat itu di

Namun berdasarkan keterangan dari seorang security yang dipecat PT. EGP, Abdullah MS, yang notabene merupakan Purnawirawan TNI ini bahwa pemotongan gaji security tersebut dilakukan oleh PT. EGP dengan alasan untuk mengembalikan uang pendidikan yang telah dijalankan oleh masing-masing security. Padahal uang untuk membiayai pendidikan security tersebut itu dikeluarkan oleh masing-masing security dari kantung pribadi senilai Rp. 3.700.000 untuk menjalani pendidikan security sekitar 21 hari di Mataram, katanya.

“Dalam pendidikan security itu tidak ada tanggungan atau biaya yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan justru biayanya dikeluarkan dari kas pribadi masing-masing security itu sendiri, itu alasan yang tidak jelas dan ngawur,” demikian tegas Abdullah pada sejumlah media melalui selebaran yang diberikan pada wartawan.

Selain itu Abdullah juga sempat menjelaskan tentang pemecatan dirinya yang dilakukan oleh Direktur PT. EGP Iwan P. Baalukea secara sepihak. Dikatakan Abdullah bahwa pemecatan dirinya sebagai security PT. EGP yang terjadi pada pertengahan bulan Januari 2016 itu diterimanya melalui telepon seluler dengan dalih bahwa dirinya hanya dirumahkan sementara waktu oleh perusahaan dan sekitar pertengahan bulan Februari 2016 kemarin dirinya akan dipanggil kembali untuk kembali aktif bekerja di perusahaan yang memenangkan tender yang bergerak dibidang jasa pengamanan ini, namun itu semua nihil karena hingga awal Bulan Maret ini justeru dirinya tidak pernah dipanggil baik melalui surat resmi maupun lewat telepon seluler.

“Pemecatan saya tidak mendasar karena saya sendiri dipecat secara halus dengan bahasa hanya dirumahkan sementara waktu saja. Itu tanpa adanya penerbitan surat pemecatan dari pihak perusahaan,” jelas pria yang akrab disapa Dae Dole ini.

Ditambahkanya dia, “kami sangat dirugikan dalam hal ini kami mengikuti persyaratan perusahan untuk mengikuti pelatihan selama 21 hari berdasarkan petunjuk dari perusahaan, namun setelah kami melalui tahapan itu kami dikeluarkan dari perusahan. Sementara orang yang tidak pernah mengikuti persyaratan perusahaan bisa tetap bekerja. Kami meminta sebuah keadilan,“ ungkapnya. (Rif)
 
Top