GuidePedia

Nunukan, Global Post - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berlokasi di daerah Sei Fatima, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan semenjak dipimpin oleh dr. Dulman selaku Direktur RSUD tersebut segala bentuk pelayanan kesehatan semakin baik bahkan terus di tingkatkan pelayanan dalam bidang medis. Bukan hanya mekanisme penanganan atau peralatan yang diperbagus, sisi spiritual dalam pelayanan ternyata menjadi perhatian juga pada rumah sakit andalan Nunukan ini.

dr. Dulman selaku Direktur RSUD Nunukan ketika ditemui Surat Kabar Global Post diruang kerjanya mengatakan, demi memaksimalkan layanan terhadap masyarakat, dan bagaimanapun kerasnya seorang dokter berusaha, hasil akhir tetaplah berada di tangan Tuhan yang maha segalanya. “Untuk itu kamipun berdayakan tenaga rohaniawan, jadi nanti dalam setiap penanganan gawat darurat kita semua sama-sama berdoa, mengingat diatas semua usaha kita ada tangan lain yang berkehendak,'' ujarnya.

Lebih lanjut dr. Dulman menjelaskan, tenaga rohaniawan bisa membantu dokter untuk membuat pasien lebih tenang, tenaga medispun akan merasa lebih religius, sehingga bisa mengerjakan tugasnya dengan lebih ringan. Di RSUD Nunukan saat ini baru ada tenaga rohaniawan islam, dan kami masih mencari tenaga honor rohaniawan dari Kristiani,” ujarnya.

Masih menurut dr. Dulman, seringkali RSUD Nunukan yang direpotkan ketika ada pasien yang tidak mampu dan tidak memiliki jaminan kesehatan, sehingga kami (RSUD - Red) harus ikut menguruskan kelengkapan administrasi dari si pasien. Kita berharap kedepannya informasi ini dapat tersosialisasikan dengan baik di masyarakat sehingga pelayanan di RSUD juga dapat dirasakan baik oleh masyarakat tanpa terbentur persoalan administrasi. Karena seringkali apa yang dilakukan petugas di RSUD dianggap menghambat oleh sebagian pasien yang sebenarnya sudah sesuai prosedur,” katanya.

Masih menurut dr.Dulman, banyak kejadian yang terjadi di Rumah Sakit, Pasien datang dengan status yang belum jelas tidak memiliki jaminan dan perlu segera mendapatkan pelayanan. Untuk kasus - kasus seperti ini RSUD Nunukan selalu mengedepankan pelayanan dengan memberikan pelayanan waktu 3 x 24 jam bagi keluarga untuk mengurus kelengkapan administrasi dari desa atau kelurahan sampai dengan keluarnya rekomendasi dari Dinas Sosial. “Namun, kadang juga masih terkendala dengan berbagai macam persoalan seperti kondisi desa yang jauh di pedalaman, tidak ada keluarga yang menguruskan dan lain sebagainya,” ujar dia.

Dikatakan Dia, persoalan ini perlu mendapatkan perhatian, dan kita semua berharap masyarakat yang memang kondisi ekonominya tidak mampu tidak perlu untuk menunggu sakit baru mengurus, menjadi peserta PBI Daerah, tapi sejak dini harus didaftarkan menjadi peserta PBI Daerah. Karena sesungguhnya Jaminan Kesehatan sangat penting dan hak dasar yang harus diterima oleh masyarakat yang tidak mampu, pungkas Direktur Rumah Sakit Umum Sei Fatima ini menutup perbincangannya dengan Global Post. (RDM/GP)
 
Top