GuidePedia

Bogor, Global Post  - Dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis BPS (Badan Pengelola Sarana) Air Bersih, DKP memberikan Bimbingan Teknis kepada 19 desa yang mendapat bantuan Pembanguna Sarana Air Bersih Perdesaan Tahun Anggaran 2016.

Dimana dalam Bimbingan Teknis ini dibina 76 orang tim BPS AB dari 19 desa. Bimbingan Teknis ini DKP memberikan materi Bimbingan Teknis tentang kebijakan pemerintah, Mekanisme  Pembangunan Sarana Air Bersih, Teknik Pembangunan Sarana Air bersih, Manajemen Pengelolaan BPS AB, sampai dengan dihadirkan nara sumber dari 2 tokoh desa yang telah berhasil dalam mengelola Sarana Air Bersih yang  telah dibangun. 
Salah satu nara sumber adalah desa Pasir Muncang Kecamatan Caringin, dimana desa ini telah berhasil menjangkau  1000 Sambungan Rumah dan telah mendapat apresiasi dari Bupati Bogor terdahulu Rachmat Yasin dalam event Gebyar 1000 SR tahun 2013. 
Pada kesempatan Bimbingan Teknis  BPS AB ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Bogor  HM. Subaweh,  sementara dalam sambutannya Kadis DKP berpesan agar setiap desa yang telah mendapat bantuan Pembangunan Sarana Air Bersih dapat mengelola Air Bersih ini dengan baik,  sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh masyarakatnya. Dan acara pembukaan langsung disambung oleh Kepala Bidang Sanitasi Lingkungan Dr. Bambam Setia Aji, ST,MBA dalam pengarahannya KaBid berpesan BPS AB merupakan ujung tombak bagi pelayanan air  bersih kemasyarakat dan BPS AB juga merupakan sentral layanan informasi yang terdepan tentang Pembangunan sarana Air Bersih, suhingga diharapkan BPS AB dapat bekerja secara Profesional.
BimbinganTeknis ini memberikan penerangan dan informasi kepada calon pengurus  BPS AB tentang pemberdayaan serta sosialisasi kepada masyarakat,  pentingnya  Air  bersih bagi kehidupan, hal ini juga dikuatkan dengan film animasi yang menceritakan bagaimana mahal dan susahnya air di 60 tahun mendatang apabila generasi sekarang tidak mengelola dengan baik dan benar. 
Disamping itu juga DKP memberikan Bimbingan Teknis tepat guna untuk pengelolaan air dengan system meterisasi. Dimana system meterisasi ini adalah setiap pengguna atau pemakai  air diharuskan memakai  meter air, untuk apa?, jawabanya disinilah system keadilan itu berjalan dimana warga yang menggunakan air lebih banyak dapat di hitung dengan meter air demikian sebaliknya,  disampingitu BPS AB juga diberi Bimbingan Teknis tentang Manajemen Pengelolaan BPS.
 
Top