GuidePedia

Surabaya, Global Post – Pekerjaan Proyek yang menghabiskan anggaran Rp 5,425,000,900,00 di Nilai sarat Mark-up. Berdasarkan hasil temuan dan investigasi Global Post dilapangan banyak ditemukan kejanggalan diantaranya tidak terpasangnya papan proyek mulai dari awal pekerjaan hingga pekerjaan proyek selesai. 
 
Hal ini menguatkan bahwa pihak rekanan telah mengelabui pengawasan berbasis masyarakat tanpa papan proyek, sehingga masyarakat tidak bisa memantau dari mana proyek tersebut berasal dan berapa nilai anggaran yang dikeluarkan termasuk mengetahui siapa pemenangnya. Dengan demikian bisa disimpukan bahwa rekanan dan pejabat terkait ada kerja sama yang saling menguntungkan supaya hal tersebut bisa lolos dari pengawasan dinas terkait.

Perlu dijelaskan bahwa proyek konstruksi fisik pembangunan gedung penerima Taman Candra Wilwatikta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Timur yang berlokasi di Pandaan Prigen adalah tanggung jawab Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Propinsi Jawa Timur Tahun anggaran 2015 dengan pemenang proyek PT Aneka Jasa Pembangunan.yang beralamatkan di Jalan Medokan Ayu MA II Q-28 Rungkut Surabaya.

Saat ditemui dikantornya pada 24 Februari 2016 lalu Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Propinsi Jawa Timur Ir. Gentur Prihantono, SP.MT menjelaskan bahwa proyek tersebut sudah selesai akan tetapi saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Belum sempat berbicara panjang lebar, Beliau pamit karena ada kegiatan mendadak, “Saya tinggal dulu Mas. Silakan dilanjutkan konfirmasinya dengan Pak Alimun Nichri dan Pak Wahyu Sukoco,” katanya.

Alimun menambahkan bahwa dugaan Mark-up pada proyek tersebut tidak benar, dan Ini kami jelaskan melalui lisan dan juga lembaran jawaban teknis yang harus kami sampaikan kepada Redaksi Global Post supaya tidak terjadi pemberitaan yang sepihak, ujarnya.

Dirasa cukup, hasil penjelasannya pertemuan pun selesai dengan komitmen akan memberitakan hal tersebut sesuwai fakta yang ada. Anehnya tiba-tiba sambil berjalan menuruni anak tangga, saat ditengah perjalanan, tiba-tiba Alimun mengambil kembali tanpa tanya bukti jawapan teknis yang dibawah wartawan Global Post,s ambil mengatakan hal tersebut tidak usah diteruskan Mas. Dan tidak usah di perpanjang, ujar dia tanpak merinci lebih dalam apa yang dia maksud.

Sampai berita ini diturunkan Alimun belum juga memberikan hasil penjelasannya secara teknis, bahkan saat di hubungi via telepon dia menjawab, ”iya akan kami serahkan tapi saya masih sibuk,” jawabnya. Bersambung,….. (RH)
 
Top