GuidePedia

Sibolga, Global Post - Ratusan Nelayan mengamuk dan membakar satu unit kapal pukat trawl pengangkut ikan, peristiwa itu terjadi pada tanggal 18 Januari 2016 lalu. Aksi tersebut dipicu atas buntut dari kekesalan para nelayan terhadap penegakan hukum yang diduga melakukan pembiaran terhadap kapal pukat trawl melakukan operasi. 
 
Padahal kapal tersebut sudah dilarang beroperasi oleh negara melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan keluarnya Permen 02 Tahun 2015 tentang perubahan atas, Permen 33 Tahun 2009. Permen ini tidak membolehkan beroperasinya kapal pukat trawl.

Nah, nelayan yang merasa kesal dengan masih beroperasinya kapal pukat ini kemudian melakukan aksi, ratusan nelayan kemudian bergerak dari tangkahan NDH,  menggunakan puluhan unit kapal berukuran kecil. Kapal-kapal itu kemudian mendekati tangkahan Budi Jaya atau yang dikenal dengan tangkahan Surya Sakti, bertempat di jalan KH Ahmad Dahlan Kota Sibolga. Di sana mereka melihat satu unit kapal jenis 7GT yang baru sandar. Diperkirakan kapal itu merupakan pengangkut hasil tangkapan dari kapal pukat trawl menuju tangkahan. 

Saat itu emosi para nelayan meledak. Mereka kemudian  melemparkan satu persatu bom molotov yang terbuat dari botol kaca berisi bensin dan bersumbu. Bom itu dilempar ke arah kapal yang sudah menjadi target. Api dengan cepat membesar dan merembet, membakar seluruh bagian badan kapal. Tak ingin api ikut membakar tangkahan dan puluhan kapal lain yang sedang sandar di sana, dan atas anjuran warga yang menyaksikan pembakaran dari atas dermaga, satu unit kapal lain kemudian menarik kapal naas itu hingga 1km ke tengah laut.

Sejam kemudian, satu unit kapal kecil milik Pol Air datang dan menyaksikan aksi pembakaran, diusul kapal patroli milik Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Sempat terjadi ketegangan antara petugas KSOP dengan para nelayan. Dimana saat itu petugas KSOP berusaha memadamkan api. Namun nelayan yang melihat tak  setuju. Mereka neminta petugas KSOP menjauh. Keributan pun reda setelah pihak KSOP mengurungkan niatnya dan berusaha menuruti permintaan nelayan yang menginginkan petugas menjauh dari kapal naas itu. 

Tak berapa lama, kapal patroli lain milik Pol Air dan milik TNI-AL merapat ke lokasi kejadian. Disana, petugas sempat melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara. Lalu, petugas mengaman tiga ABK (anak buah kapal) dari kapal stempel. 

Ketiganya kemudian diamankan dan dibawa untuk dimintai keterangan ke kantor Pol Air di Jalan Gatot Subroto, Sarudik, Tapteng. Setelah itu, kapal yang dibakar ratusan nelayan itu terlihat tenggelam. Selanjutnya puluhan kapal nelayan yang nenyaksikan kejadian tersebut satu persatu merapat  kembali ke tangkahan NHD. Tampak, diantara masyarakat yang menyaksikan aksi pembakaran dari atas dermaga tangkahan Surya Sakti itu, terdapat juga Danrem 023/KS dan jajarannya. Ada juga Danlanal serta Dandim 0211/ TT, juga beberapa perwira Polres Sibolga dan Tapteng, serta anggota DPRD Sibolga. (Shs)
 
Top