GuidePedia

Baturaja, Global Post – Dua personil Polres Ogan Komering Ulu (OKU) dipecat dari kedinasannya setelah Berkali-kali melanggar Aturan dan dikenakan sanksi berat Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Pelaksanaan PTDH yang dibalut dalam upacara korp raport tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres OKU AKBP Dover C Lumban di halaman Mapolres OKU, Kamis (31/12) lalu.

Kedua oknum polisi yang dipecat itu yakni Aiptu Mardi Widodo, dan Bripda Diky Irawan. Keduanya tercatat sebagai anggota di satuan sabhara Polres OKU. Sementara yang bersangkutan tidak hadir dalam upacara PTDH tersebut. Meski demikian, upacara PTDH tetap dilaksanakan (In Absensia). “Keduanya disersi. Selain itu sudah banyak pelanggaran yang dilakukan mereka (akumulasi - red). Bahkan keduanya sudah lebih tiga kali menjalani sidang dengan kasus yang sama,” beber Kapolres AKBP Dover C Lumban Gaol didampingi Wakapolres Kompol Heri Wibowo dan Kabag Ops Kompol MP Nasution.

“Saat ini yang bersangkutan bukan lagi anggota Polri, dan sudah dinyatakan dipecat dari kesatuannya,” ungkap Kapolres.

Dikatakan Kapolres, keputusan itu, pemberitahuan kepada para oknum anggota yang melanggar kode etik profesi Polri, dan sekaligus pembelajaran bagi seluruh anggota lainnya. “Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran buat anggota Polri lainnya,” harapnya.

Masih kata Kapolres, bagi anggota PTDH, itu telah melalui mekanisme dan proses yang sangat panjang. Sesuai prosedur hukum yang akuntabel, serta selaras dengan hasil sidang komisi kode etik profesi Polri (KEPP) berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang KEPP. “Putusan itu pula telah ditinjau dari beberapa aspek, seperti asas kepastian asas distributif dan kemanfaatan dan juga berlandaskan asas keadilan,” sambungnya.

Lebih lanjut Kabag Ops Kompol MP Nasution menambahkan, bahwa masih ada dua personil Polres OKU, lainnya yang masih dalam proses menunggu keputusan yang sama (PTDH). “Dua anggota lagi masih dalam proses. Menunggu saran hukum dari Polda. Keduanya terlibat Narkoba dan tanpa keterangan/dinas kurang bagus,” terang Nasution.

Selain upacara PTDH, jajaran Polres OKU, juga menggelar sertijab Kapolsek Ulu Ogan, dari Ipda Daniel L Toruan kepada Ipda Duarsah, yang sebelumnya menjabat Kasubsektor Pasar Lama. Serta, pelantikan kenaikan pangkat dan pelepasan Purna Bhakti. Untuk anggota yang naik pangkat berjumlah total 75 personil. Rinciannya, dari Iptu ke AKP dua orang. Ipda ke Iptu lima orang. Dari Bripka ke Aipda 12 orang. Dari Brigadir ke Bripka 33 orang. Dari Briptu ke Brigadir 19 orang. Bripda ke Briptu tiga orang. Serta Aipda ke Aiptu satu orang.

Sedangkan anggota Polres OKU yang purna bakti alias pensiun berjumlah enam orang. “Kenaikan pangkat bagi anggota Polri bukanlah suatu hak, akan tetapi merupakan suatu prestasi dan kinerja melalui penilaian pimpinan sehingga anggota tersebut memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kenaikan pangkat, setingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya,” tandasnya.

Di kesempatan itu, Ipda Duarsah, menanda tangani penugasan sebagai Kapolsek Ulu Ogan, di hadapan Kapolres OKU, pada upacara kenaikan pangkat dan pengumuman PTDH dua anggota Polres  di halaman Mapolres OKU. (Cah)
 
Top