GuidePedia

"Saya selaku masyarakat sangat menyesalkan apa yang sedang dikerjakan pada rehabilitasi bangunan balai nikah terutama pada pemakaian kayu menggunakan albasiah, padahal biasanya menggunakan kayu kelas 2.Begitu juga dengan pemasangan atap baja ringan menggunakan ketebalan 0,75mm, padahal untuk Ciamis telah adakesepakatan dari pemeritah daerah dan konsultan harus menggunakan ketebalan 1mm.Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ambruknya atap bangunan,” ungkap Endang Johari selaku Pemerhati pembangunan.

 Lebih lanjut Endang mengatakan,“saya sudah menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) H.Eep namun tidak bisa menunjukan RAB, padahal itu wajar bila diberitahukan untuk keterbukaan, ironisnyabeliau malah menjawab tidak tahu silakan saja ke pak Tomim selaku perencana,” kutifEndangmenirukan H. Eep.
Dan rasanya sangat disanyangkanbila seorang PPK tidak tahu akan pertanggung jawaban terkait dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditanganinya. 

Sementara saat dihubungi Eep selaku PPK  kegiatan di Kementrian Agama Ciamis baru baru ini di ruangkerjanya mengatakan, untuk baja ringan menggunakan ketebalan 0,75. Dan untuk lebih jelas silakan ke Patomim selaku perencana,” katanya.(Gunawan)
 
Top