GuidePedia


Kota Kediri,  Global Post - Pertemuan bisnis yang diadakan Pemkot Kediri dengan mengundang sejumlah pengusaha, baik lokal maupun nasional bahkan pengusaha manca negara juga hadir. Bertempat di ruang Tegowangi, Hotel  Grand Surya, Kota Kediri, Senin (30/11). Tujuan dari kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan diri Kota Kediri menuju kota Pelayanan (The Service City).

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan Kota Kediri merupakan kota yang memiliki potensi yang strategis di bidang perdagangan dan jasa. Itu karena letak geografis Kota Kediri berada di persimpangan kota dan kabupaten di wilayah Karesidenan Kediri.

“Orang-orang dari daerah Kediri dan sekitarnya seperti Kabupaten Kediri, Nganjuk, Tulungagung, dan Blitar berbondong-bondong untuk membuka usaha di Kota Kediri. Kota kediri ini memang memiliki posisi strategis di pusat karesidenannya," katanya.

Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016, walikota Kediri telah mempersiapkan banyak jurus diantaranya diadakannya Business Meeting dengan para pengusaha.

Program terbaru lainnya yaitu, Program Belajar English Massive dalam rangka meningkatkan kualitas SDM masyarakat Kota Kediri. Dengan peningkatan kualitas SDM masyarakat Kota Kediri, harapan Walikota Kediri tidak lain adalah meningkatnya kualitas hidup warganya.

"Pemkot Kediri telah mempersiapkan tutor-tutor yang profesional untuk mengajar Bahasa Inggris di RW-RW yang ada di Kota Kediri. Dengan adanya English Massive ini diharapkan warga Kota Kediri siap menghadapi MEA dan siap bersaing dengan pengusaha baik di tingkat nasional maupun Internasional," terang Abu Bakar.

Masih kata walikota Kediri, pihaknya juga melakukan peningkatan pelayanan perijinan di Kota Kediri. Sekarang pelayanan perizinan bisa diakses dengan mudah dan cepat karena telah menggunakan sistem satu pintu.

"Untuk itu, kami menyambut dengan baik investor yang datang ke Kota Kediri. Pemkot Kediri tidak akan bisa mengembangkan daerahnya sendiri tanpa kerja sama dari Stakeholder. Saya yakin dengan kerjasama yang baik akan meningkatkan mempercepat perekonomian yang ada di Kota Kediri," imbuh Abu Bakar.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pengusaha Mikro Kecil dengan Pengusaha Besar tentang pembinaan Industri makanan dan minuman khas Kota Kediri terhadap UMKM Kota Kediri antara pihak pertama M. Sulton Basuki MT, MM dari PT. Buana Cipta Viesta Teknogi dan pihak kedua yakni Hj. Mujayin.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar. Acara bussiness meeting tersebut juga dihadiri oleh seluruh Kepala SKPD di Kota Kediri, Perwakilan BPM Provinsi Jawa Timur, serta pengusaha-pengusaha yang ada di Kota Kediri.

Sebagai wujud nyata dari keseluruhan acara Business Meeting  tersebut, bertempat di stadion Brawijaya Kediri juga telah dilaksanakan pameran UMKM yang diprakarsai pemkot kediri leading sector BPM (Badan Penanaman Modal) kota Kediri. (Adv/Mbang)
 
Top