GuidePedia

Bekasi, Global Post – Keberadaan Kota Bekasi yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta tentu memiliki peran yang sangat dominan dalam perkembangannya. Demikian dikemukakan Ujang Sahman terkait letak geografis Kota Bekasi.

Dikatakan Ujang, jika berbicara mengenai Bekasi, Bekasi merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Ibukota Negara. Sebagai daerah yang terletak di gerbang timur Jakarta. Kota Bekasi berfungsi sebagai kota satelit yang menyanggah Ibukota, di semua aspek pembangunan, antara lain di bidang industri, perdagangan, jasa, pertanian, penyediaan pemukiman  pendidikan dan kesehatan, ujarnya.

Sehingga, tambah Ujang, konsekuensi dari fungsi tersebut menuntut semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar dapat menyusun perencanaan pembangunan secara Integral, mencakup berbagai kepentingan baik yang berdimensi lokal maupun Nasional secara berkesinambungan, ungkap pria bersahaja yang saat ini menjadi ketua RT.005,RW.003, Kelurahan Harapan Mulya Kecamatan Medan Satria Kota Jawa Barat. Disamping itu ia Juga Aktip di Pokdar Kamtibmas Sektor 28 Harapn Mulya Medan Satria.

Menurutnya, didalam melaksanakan tugas dihadapkan pada tantangan yang menuntut selalu meningkatkan pelayanan kepada warga masyarakat, dan tidak mudah untuk menata lingkungan harus ada kerja sama seluruh pihak, serta butuh pengorbanan, bukan hanya sekedar waktu dan materi saja, tetapi harus ditunjang dengan pemikiran yang handal, serta didukung warga masyarakat.     

Masih di jelaskan Ujang yang akrab disapa Ujang Bordir ini, bahwa pada awal tahun 1990-an  Jumlah penduduk Kabupaten Bekasi termasuk Kota Bekasi, sekitar 2,7. juta jiwa, dan 95%,  dari jumlah penduduk tersebut, laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi dari tahun ke tahun semakin tinggi. Wilayah yang saat ini menjadi Kota Bekasi mencapai pertumbuhan penduduk 6,23%,  pertahun sebagian besar adalah penduduk urban.

Sebagai daerah yang masyarakatnya majemuk atau plural dapat dipahami sebagai masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok dan strata sosial, ekonomi, suku, bahasa dan agama. Maka perlu ada sarana dan prasarana menjadi kebutuhan yang sangat mendasar, disamping sarana yang telah ada, seperti lembaga pendidikan formal yang tersebar di Kabupaten dan Kota Bekasi, mengusulkan agar di Bekasi, didirikan pusat kegiatan pembinaan, pengembangan dan Sangggar-sanggar wadah tempat para pemuda untuk membentuk insan generasi muda yang sehat rohani dan jasmani serta cerdas.

Kami harap Pemda Bekasi bertekad untuk memberikan kontribusi positif sebagai upaya meningkatkan kualitas kesejahteraan ekonomi, kesehatan, SDM maupun pendidikan, demikian diutarakan Pemuda kelahiran Ciamis ini dalam mengakhiri perbincangannya kepada Global Post pekan lalu di ruang kerjanya. (Agus)
 
Top