GuidePedia

Indramayu, Global Post - Rumah memiliki fungsi yang sangat besar bagi individu dan keluarga tidak saja mencakup aspek fisik, tetapi juga mental dan sosial. Untuk menunjang fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang baik maka harus dipenuhi syarat fisik yaitu aman sebagai tempat berlindung, secara mental memenuhi rasa kenyamanan dan secara sosial dapat menjaga privasi setiap anggota keluarga, menjadi media bagi pelaksanaan bimbingan serta pendidikan keluarga.
Dengan terpenuhinya salah satu kebutuhan dasar berupa rumah yang layak huni, diharapkan tercapai ketahanan keluarga, Pada kenyataannya, untuk mewujudkan rumah yang memenuhi persyaratan tersebut bukanlah hal yang mudah.Ketidakberdayaan mereka memenuhi kebutuhan rumah yang layak huni berbanding lurus dengan pendapatan dan pengetahuan tentang fungsi rumah itu sendiri.Pemberdayaan fakir miskin juga mencakup upaya Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RSTLH).Demikian juga persoalan sarana prasarana lingkungan yang kurang memadai dapat menghambat tercapainya kesejahteraan suatu komunitas.Lingkungan yang kumuh atau sarana prasarana lingkungan yang minim dapat menyebabkan masalah sosial dan kesehatan.

Permasalahan Rumah Tidak Layak Huni yang dihuni atau dimiliki oleh kelompok fakir miskin memiliki multidimensional.Oleh sebab itu, kepedulian untuk menangani masalah tersebut diharapkan terus ditingkatkan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat (stakeholder) baik pemerintah pusat maupun daerah, dunia usaha, masyarakat, LSM dan elemen lainnya.

Untuk memperbaiki RUTILAHU tersebut, Direktorat Pemberdayaan Fakir Miskin mengalokasikan kegiatan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RSTLH) yang dipadukan dengan pembuatan Sarana dan Prasarana Lingkungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dapat diakses secara umum. Belum lama ini Kelurahan Margadadi Kecamatan Indramayu baru saja terealisasi program rumah tidak layak huni (RUTILAHU) bantuan stimulan dari Kementerian Sosial  (Kemensos) RI  sebesar Rp 10 juta per I unit, sebanyak 20 unit rumah dan penambahan dari swadaya 2 unit rumah yang di bangunkan dan mendapatkan apresiasi dari warga Kelurahan Margadadi.

Eriyanto didampingi Udin selaku koordinator Rutilahu, disela kesibukanya masih sempat menguraikan atas penerimaan dana stimulan, seluruhnya yang direhab sebanyak 22 unit RUTILAHU. Meskipun jatah sesungguhnya untuk 20 unit rumah yang direhab.“Jadi seluruhnya yang kami akomodasi yaitu 22 rumah karena ada 2 rumah lagi yang sebelumnya tidak terakomodasi tetapi keadaannya sangat mendesak untuk diperbaiki.Semua ini hasil seleksi dan pertimbangan yang cukup matang,” katanya saat ditemui dilokasi penerima manfaat.

Diungkapkannya, di satu pihak realisasi program tersebut sangat menguntungkan warga, tetapi di pihak lain menjadi sebuah beban pula untuk kepanitiaan rutilahu ini. Pasalnya, jarak rumah yang terakomodasi untuk diperbaiki dengan rumah yang tidak terakomodasi jaraknya sangat dekat.“Tentu saja menjadi beban perasaan dan harus ekstra teliti dalam memberikan pemahaman kepada warga yang belum mendapat giliran,” paparnya.

Hal ini, menurutnya harus pula menjadi bahan pemikiran dan evaluasi Pemerintah agar program dapat direalisasikan secar menyeluruh. Jika semua mendapat jatah yang sama, saya pastikan tidak akan memiliki beban perasaan seperti sekarang ini, bantuan tersebut diimplementasikan sesuai peruntukannya, khusus keluarga miskin yang kondisi rumahnya kurang layak huni.

Sementara itu, Kepala kelurahan Margadadi Suwandi ketika di konfirmasi diruang kerjanya membenarkan atas  pelaksanaan perbaikan rumah tidak layak huni. “Ya, betul pelaksanaan perbaikan rumah untuk Kelurahan Margadadi semuanya sudah dilaksanakan, kami hanya memantau saja barangkali ada kesalahan, semuanya, baik rekening penerima maupun pembelian material dilakukan oleh ketua kelompok.Kami juga memberi apresiasi atas pelaksanaan perbaikan rumah di Kelurahan Margadadi semua komponen yang terlibat menangani rutilahu tampak terlihat dan berperan aktif,” terangnya.

Suwandi menambahkan, sangat sejalan dengan pola dan gagasan Bupati Indramayu yang seringkali diucapkan setiap pelaksanaan pembangunan baik infrastruktur jalan dan pembangunan lainnya, harus ditujukan bagi kemajuan rakyat, begitu juga dengan perbaikan rumah tidak layak huni di Kelurahan Margadadi Kecamatan Indramayu semua komponen masyarakat turut berperan aktif dalam membangun. Kami merasa sangat bangga kepada warga dan ketua kelompok penerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni, menjadi layak huni, tampak rasa tanggung jawab dan kebersamaan untuk membangun rumahnya menjadi sangat penting.(Tedy)
 
Top