GuidePedia


Indramayu, Global Post - Pemkab Indramayu tengah berupaya melakukan penataan disekitar kawasan sungai prajagumiwang untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi tempat yang memiliki daya tarik wisata bagi masyarakat Indramayu maupun pendatang. Mengingat pada jalurnya terdapat kawasan yang penting bagi masyarakat sekitar, diantaranya, sentral pengrajin batik Paoman dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong serta koperasi KPL Mina Sumitra.

Dikutip dari pernyataan H. Susanto BAE, Msi, selaku Asisten Ekonomi Dan Pembangunan Pemkab Indramayu, ketika disambangi Global Post diruang kerjanya, Jum’at (11/12/2015), memberikan gambarannya,  kawasan sekitar sungai prajagumiwang akan disediakan lahan publik hijau serta  digadang –gadang bakal disulap menjadi kawasan ekowisata yang mampu meningkatkan Pendapatan Anggaran Daerah kabupaten Indramayu kedepan.

“Perencanaan untuk penataan khususnya disekitar sungai prajagumiwang telah disiapkan, sesuai dengan masterplan yang ada,” ungkapnya.

Bahkan digambarkan sosok yang akrab dipanggil Santo,  yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu, mengisyaratkan, untuk menggugah kesadaran masyarakat sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan, kemungkinan akan disediakan mode transportasi menarik yang akan menggunakan obyek aliran sungai sebagai jalur perlintasanya.

“Diperkirakan nanti akan disiapkan  jalur kereta api mini tradisional dan becak air sebagai transportasi penghubung dari kawasan Bojongsari hingga ke TPI karangsong. Tujuan adanya becak air diharapkan masyarakat sekitar enggan membuang sampah ke aliran sungai,”jelas Santo.

Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surachman mengatakan, kurang terkontrolnya pengaruh budaya lokal dalam persaingan bisnis serta berkurangnya peran masyarakat setempat yang berdampak pada kerusakan lingkungan disekitar lokasi sungai prajagumiwang.

“Masyarakat sekitar kurang menjaga kebersihan, dengan membuang limbah rumah tangganya kedalam sungai. Bahkan bantaran sungai semakin tergerus dengan terdapat bangunan semi-permanen serta aktivitas docking dari para nelayan,” ucap Aep,  Jum’at (11/12/2015).

Faktanya memang jelas terlihat,  dilahan bantaran sungai yang alirannya mengalir sampai pada muara pantai laut jawa itu, banyak terdapat bangunan yang digunakan sebagai tempat perdagangan maupun kegiatan lainnya. Perihal tersebut dapat mengurangi optimalnya fungsi sungai bahkan melanggar Peraturan Daerah (Perda) yang telah diterapkan akan adanya larangan aktivitas seperti itu.

Setali tiga uang dengan  kepala BLH, Aep  Surachman, adanya aktivitas docking dibantaran sungai Prajagumiwang dibenarkan Kadis Kelautan dan Perikanan H. AR Hakim, Ketika itu,  Jum’at, (4/12/2015), Hakim mejelaskan duduk permasalah yang ada kepada Global Post, bahwa  tempat docking yang telah tersedia, tepatnya di Desa Pabean Udik blok Karang Jruju,diperkirakannya masih perlu diperluas lagi, Karena jumlah kebutuhan alat transportasi nelayan semakin bertambah.  Sehingga para nelayan memilih bantaran sungai sebagai tempat alternatif aktivitasnya. 

Perihal tersebut dikatakan Hakim, tengah menjadi perhatian kedinasannya, mengingat perencana pemkab untuk melakukan penataan disekitar kawasan sungai Prajagumiwang.

Hakim menambahkan, sebenarnya ketika itu, pada 26 November 2015,  Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyambangi kawasan sungai Prajagumiwang, untuk menghadiri peresmian SMK Mitra Maritim kabupaten Indramayu, dirinya berharap, ada upaya dari pemerintah Pusat melaui Menteri wanita paling nyentrik di kabinet presiden Jokowi  itu, untuk ikut berpartisipasi dalam memberdayakan nelayan indramayu, dan khususnya masyarakat yang berada disekitar sungai Prajagumiwang, yang sebagian besar masyarakaatnya menggantungkan kehidupannya dilaut.

Bukannya ikut berperan, dikatakan Hakim, terlebih Menteri yang biasa hidup di Ibu kota itu, malah memperolok kawasan tersebut.“Bukannya memberi Solusi untuk para nelayan, malah ngatain kumuh  keadaan sekitar sungai. Padahal sungai di Jakarta lebih parah kumuhnya,” tandas Hakim, Jum’at, (4/12/2015).

Dengan adanya persoalan yang cukup kompleks disekitar kawasan Sungai Prajagumiwang, sudah sepatutnya OPD terkait mengambil peranan sesuai tupoksinya  untuk membantu perencanaan Pemkab Indramayu dalam mengambil langkah untuk menata ruang kota menjadi lebih indah dan bersih.

Untuk saat ini,  tahap awal perencanaan tengah dilakukan normalisasi sungai yang dikerjakan Dinas PSDA Tamben Kabupaten Indramayu guna mengoptimalkan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Pengerjaan yang dimulai sejak 12 November kemarin dan diperkirakan berakhir sampai 26 Desember 2015 nanti, sesuai dengan SPK Dinas PSDA Tamben Nomor027/876.1/SPP/XI/D.PSDA Tamben.

:Sesuai Tupoksi, pihak kami  tengah melakukan pengerukan sedimentasi sungai dan sampah  yang ada di Sungai Prajagumiwang,” terang Kadis PSDA Tamben Kab. Indramayu, Ir. Suwenda Asmita Msi. Jum’at, (4/12/2015).(Sihabudin)
 
Top