GuidePedia

Jakarta, Global Post – Tepatnya, Senin (14/12/2015) pekanlalu, sekitar pukul22:45 WIB dalam Cipta Kondisi oleh kepolisian di jalan Jl.Letjen Soeprapto Kel.Galur Kecamatan Johar BaruJakarta Pusat di Tempat Kejadian Perkara(TKP) oleh anggota kepolisian dari Polsek Johar Baru melihat JK tersangkaMemutar Arah, karena mencurigakan kemudian petugas memberhentikan dan melakukan Penggeledahan terhadap badan Pelaku, akhirnya ditemukan barang bukti berupa1bungkus warna coklat berisikan daun kering diduga Nerkotika Jenis ganja di kantong sebelah Kiri seberat 4,88 gram.

Berdasarkan hasil pengembangan kasus narkotika jenis ganja,pada hari Rabu Tanggal 16 Desember 2015 sekitar pukul20.00 WIB anggota satuan Reserse Narkoba Polsek Johar Baru Jakarta pusat telah melakukan pengungkapan dan penangkapan Narkoba Jenis Ganja di rumah yang ada di Jalan Kemayoran Barat IX RT. 13 RW:06 kelurahan Kemayoran kec.Johar Baru Jakarta Pusat. Dari hasil penggeledahan tersebutpetugas berhasil menangkap seorang Laki laki IB,didalam rumah kontrakannya.Akhirnyadi temukan barang bukti selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan ke polsek JoharBaru Jakarta Pusat untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Johar Baru, Kompol Wiyono menyatakan IB ditangkap pada Rabu 16 Desember lantaran terbukti memiliki narkoba jenis ganja seberat 11 kilogram. “Kita ketahui bahwa IB memiliki ganja belasan kilo,” kata Kompol Wiyono di Mapolsek Johar Baru, Jumat (18/12/2015).

Kompol Wiyono menjelaskan, IB sedianya menjual ganja secara eceran untuk pesta pergantian tahun baru 2016. “Jadi ganja inirencananya untuk tahun baru ceritanya, dia jualnya kepada pelanggan dengan paket kecil-kecilan,” beber Kapolsek.

Dalam pengakuannya IB menyatakan mendapatkan ganja dari seseorang pria misterius yang akrab disebut Dolo asal Bogor. Uniknya, IB dan Dolo tidak pernah bertemu secara langsung. Mereka bertransaksi via telepon, saat ditelepon IB berkewajiban terlebih dahulu mentranfer untuk membayar barang haram tersebut.
IB yang mengaku sudah berbisnis ganja selama tiga bulan ini mengaku mengeluarkan modal  Rp11 juta dengan keuntungan berlibat ganda. “Nah dari modal sebanyak itu pelaku dapat keuntungan Rp20 juta,” tutup Kapolsek.

Tersangka JK dikenakan pasal 111 ayat (1) UU Narkotika No.35 Tahun 2009, sedangan Tersangka IB dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dangan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun penjara dan paling Lama 20 (dua puluh) Tahun.(Shendy)
 
Top