GuidePedia

Bogor, Global Post - Seolah terserang Banjir bandang yang datang secara tiba tiba dan memporakporandakan perasaan ratusan bahkan ribuan pengurus Masjid dan yayasan yang ada di kabupaten bogor saat mereka diberitahu bahwa Dana yang selama ini di janjikan oleh pihak pemerintah daerah telah dinyatakan tidak bisa dicairkan.

Perasaan ratusan orang yang kebanyakan pengurus masjid dan yayasan tersebut bertambah hancur setelah pihak pemerintah daerah hingga kini tidak memberikan atau mendapatkan jalan keluar atau solusi dalam penggantian atau paling tidak menepati apa yang telah mereka sampaikan saat jumling dan tarling di wilayah kabupaten bogor.

Dari berbagai sumber didapat informasi bahwa masyarakat kecewa bukan kepalang lantaran iming-iming pemerintah daerah saat Jum.at keliling (Jumling ) di masjid masjid yang sudah di jadwalkan serta Tarling (taraweh keling pada bulan Romadhon atau sekitar Bulan Juli 2015) ternyata itu adalah hanya Omong Kosong, sebab hingga kini bantuan tersebut ternyata tidak ada, ujar salah seorang sumber koran ini yang enggan disebutkan jati dirinya.

Bukan hanya itu masih menurut sumber, pihak pemda dianggap tidak memihak kepada kepentingan masyarakat. Pasalnya pemerintah tidak berusaha mencarikan solusi atau jalan keluar sehingga dana tersebut bisa di cairkan, tambah sumber.

Untuk mengecek kebenaran informasi tersebut Global Post mencoba menghubungi beberapa instansi terkait  seperti Asisten Kesra Roy Khoirudin beberapa kali didatangi di ruang kerjanya tidak ada di tempat. “Bapak lagi di Cilengsi,” ujar salah seorang stafnya Asisten Kesra saat ditanya mengenai kebenaran informasi bahwa dana tarling, Jumling dan bantuan Sarana Ibadah lainnya tahun 2015 semuanya tidak bisa di cairkan, pihanya membenarkan informasi tersebut tetapi pihaknya tidak bisa menyebutkan alasannya yang lebih rinci.
“Silahkan bapak ke Kabag Bina Mental, itu Bagian beliau,” ujar staf tersebut.

Saat yang bersamaan Kabag Bina Mental Setda Kabupaten Bogor Enday Zarkasi membernarkan informasi tersebut. Menurutnya apa boleh buat kita sudah berusaha mencari jalan keluarnya termasuk koordinasi ke berbagai instansi seperti BPK, Depdagri dan ke propinsi alhasil Dana yang berjumlah sekitar 6 - 7 milliar tersebut tidak bisa di cairkan lantaran undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah serta surat menteri dalam negeri nomor 900/4627/SJ tanggal 18 Agustus 2015 tentang Penajaman ketentuan pasal 298 ayat 5 undang-undang no 23 tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah.

Lebih lanjut dikatakan Zarkasi, pihaknya sudah memberikan pengertian terhadap masyarakat dan para pengurus Masjid, yayasan serta para ketua DKM yang pernah dijanjikan akan mendapatkan bantuan tersebut, meski pihak mengakui masyarakat hingga kini ada yang paham, tetapi lebih banyak yang tidak paham namun itu semua bisa di maklumi  ungkapnya.

Saat diminta daftar nama-nama masjid atau yayasan yang pernah dijanjikan oleh pihak pemda akan dibantu saat tarling dan jumling Zarkasih berkilah datanya ada pada staf. Namun pihaknya menjelaskan jumlah masjid yang pernah dijanjikan pihak pemda untuk jumling sebanyak 40 masjid dengan bantuan Rp 50 juta/masjid sedangkan untuk tarling 40 masjid masing-masing dijanjikan akan di bantu sebanyak Rp 17,5 juta belum lagi bantuan yang berupa proposal dari berbagai masjid dan yayasan sehingga keseluruhan jumlahnya mencapai 6 hingga 7 miliar, ujar Enday Zarkasih.

Kepala Bappeda setempat Hj. Syarifah Sofiah sebagai  perencana, ketika hendak dikonfirmasi tidak berada di tempat, begitu juga kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Barang Daerah (DPKBD) H. Rustandi berulangkali ketika hendak dikonfirmasi selalu tidak bertemu dengan berbagai alasan.

Sekretaris daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar beberapa kali hendak dikonfirmasi terkesan sulit untuk di temui bahkan  beberapakali dihubungi melalui telpon selulernya hingga berita ini diturunkan tidak ada respon. (dauri)
 
Top