GuidePedia

Bekasi, Global Post - Berita miring soal terjadinya jual beli NEM (Nilai Ebtanas Murni) di SMPN 13, Kota Bekasi menambah sederet kegiatan yang kontroversi di sekolah itu kian menjadi sorotan orang tua siswa. Pasalnya, rekreasi beberapa bulan yang  ke Bandung dianggap hanya sekadar hura-hura tanpa kesepakatan orang tua siswa. 

Menurut sumber berita yang dapat dipercaya dan merupakan orang dalam, NEM yang diperjual belikan itu berkisar Rp. 5 juta, Rp. 10 juta dan Rp.15 juta untuk yang menginginkan NEM (Nilai Ebtanas Murni) 30, 35 dan 37.

Sementara itu, Nina Nuraini, Spd, Kepala Sekolah SMPN 13, Bekasi yang dikonfirmasi Global Post beberapa waktu lalu di ruang kerjanya soal berita miring itu menolak kalimat jual beli NEM di sekolahnya dan dianggap tak ada.

“Tak ada jual beli NEM di sekolah ini. Kalau begitu enakan orang yang kaya dong, bisa beli NEM. Ini bisa saja terjadi akibat ulah oknum. Makanya tahun depan kita akan umumkan jangan terbujuk beli NEM,” tutur Nina Nuraini, Spd.

Pihaknya, lanjut Nina, berterima kasih atas berita yang disampaikan. Agar tidak terjadi jual beli NEM di sekolahnya, tahun depan Wakepsek dan jajaran di bawahnya diperintahkan untuk mengumumkan agar siswa tak terbujuk membeli NEM. (Sitohang)
 
Top