GuidePedia

Kota Serang, Global Post - Diera globalisasi yang semakin maju, serta tatanan arus budaya asing yang tak bisa kita hindari, bergesernya nilai dan budaya pribumi yang dulu indonesia sangat kental dengan adat ketimuran, lambau laun peradaban itu berubah. Kini generasi muda kita dilanda dengan pergaulan bebas, terjerumus dengan obat-obatan yang kental dengan dunia malam.

Fenomena ini merupaj potret satu krangka tulisan di atas yang kita dapat menyimpulkan “sebab dan akibat" yang muncul di Indonesia dilihat di sisi global dan dari sisi yang lainnya. Pada umumnya, Banten yang terkenal bumi religi dan kota santri banyak terlahir ulama besar nusantara, kini telah terkontaminasi. Pertanyannya, apa sebenarnya yang menyebabkan hal semacam ini bisa membuat bergeser dan terkontaminasnya suatu peradaban? Ini adalah satu pertanyan yang simpel, namun tidak mudah untuk mendapatkan jawabannya. Perlunya tela’ah dan pengkajian secara seksama.

Dalam rangka mencari jawaban diatas, Global Post berkeliling ke beberapa tempat, salah satunya singgah, di salah satu sekolah SMK Negeri 4 Kota Serang, Senin (21/9/15) silam. Dengan sambutan hangat serta bersahaja, saat itu oleh staf dan guru bidang study di SMK Negeri 4 Kota Serang, sekitar pukul 01.00 wib sambil menunggu sang Kepsek yang tengah memimpin Rapat saat itu, akhirnya tepat pukul 14.00 wib Global Post diberikan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan pak Yadi Sufiyadis, S.Pd.M.Si selaku Kepala Sekolah.

Pada kesempatabn tersebut beliau banyak bertutur seputar kepemimpinannya di sekolah tersebut. “Saya optimis masih ada jalan mana kala kita mau merubah tatanan moral dan etika, serta gaya hidup Banten khususnya untuk kembali ke khitoh seperti Banten tempo dulu. gampang kita berbicara soal Indonesia, tapi kali ini Banten saja yang sudah terkontaminasi oleh arus dan budaya, etika, nilai pergaulan barat masuk dan menyusup melalui arus dan kemajuan zaman yang dibawa oleh pendatang. Lambat laun kita bisa minimalisir dan mengatasi arus zaman yang semakin menggila, menggilas serta menyingkirkan tradisi dan budaya ke arifan lokal, dengan cara pangkas generasi tua dan yang lainnya. Kemudian kawal serta rawat tunas-tunas generasi muda dengan mutu pendidikan yang serius, dan tertata. Tugas guru kalau menurut metode saya yang kali ini saya terapkan di SMK Negeri 4 Kota Serang, bukan hanya sebatas mentransfer ilmu ketika kegiatan belajar mengajar didalam kelas, tetapi pendekatan secara emosional dari satu dan yang lainnya, dengan tidak pandang pilih ketika diluar kelas, saling sapa mana kala jam istirahat, tetap di tempuh agar si peserta didik tidak kaku dan merasa ada jarak, doktrin etika dan nilai-nilai serta norma-norma yang baik, sejak pada guru yang paling utama jadi tauladan di lakukan, seiring berjalannya metode pendekatan itu pula doktrin penyampaian disiplin nilai-nilai, etika, norma, negara dan agama kita implementasikan di luar, bahkan di dalam kelas.,” urai pak Kepsek saat itu.

Menurut saya, lanjut Kepsek SMK N 4 Kota Serang ini mengatakan, hal semacam ini yang lebih efektif dan hampir semua wali murid meng amini, semua pola dan metode yang kita implementasikan di SMK Negeri 4 Kota Serang, selama dipimpin oleh saya selaku kepsek, selain sunce, ilmu umum, kami juga mensajikan varian-varian lain seperti ilmu agama, pengajian, dan pelestarian tradisi Banten, yakni debus dan pencak silat, karena mencegah dan minimalisir, arus perkembangan dan kemajuan zaman, lebih baik dengan metode seperti itu, dari pada metode lama yang kaku dan otoriter, karna dalam kamus fisikologi perkembangan anak, masa-masa puber 15-17 tahun ke atas, masa-masanya dunia mereka, dalam menpuh dan meraba-raba identitas, dan bakat serta kemauannya apa, maka sekolah itu adalah tempat atau ruang penyajian dalm beberapa varian-varian yang kita sajikan maunya apa.

“Selain lembaga pendidikan itu sebagai kawah candra di muka, maka esensi akhir dari saya, saya optimis mana kala kita kompak dalam menata dunia pendidikan di Banten antara guru beserta perangkat kerja yang lainnya didalam lingkaran intern sekolah, dibangun dengan cara kekeluargaan, tidak ada atasan atau bawahan, semuanya sama, insya Allah kalau dari internnya kita kompak, dan implementasinya pun dalam menerapkan sistem pendekatan, seperti apa yang terurai di atas, semuanya akan berhasil minimal meminimalisir kontaminasi arus zaman, wabil khusus generasi, tunas-tunas muda-mudi pelajar di Banten, regrnerasi cikal bakal pemimpin Banten yang berkualitas,” pungkas Kepsek SMK Negeri 4 Kota Serang mengakhiri perbincangan. (Aldo Gp)
 
Top