GuidePedia

Bekasi, Global Post - Korem 051/Wkt mengadakan latihan penanggulangan bencana alam tahun 2015 yang digelar didaerah kali Malang Pintu 9 Jababeka Cikarang Baru, Bekasi (16/11) yang dibuka langsung oleh Kasrem 051/Wkt lekol Inf Moch Zamroni, mewakili Danrem 051/Wkt  Kolonel Inf Suharyanto, S.Sos.MM.

Latihan Penanggulangan Bencana Alam Dalam Rangka Operasi Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana Alam, diikuti oleh 263 orang terdiri dari 188 orang Prajurit Korem 051/Wkt dan jajaran dan 75 orang Saka Wira Kartika Wijayakarta dilaksanakan selama 3 hari dari mulai tanggal 16 s.d. 18 November 2015.

Tujuan latihan ini adalah untuk memberikan pembekalan pengetahuan tentang latihan Table Top Exercise Penanggulangan Bencana Alam Gema Bhakti 2015 dan meningkatkan pemahaman prajurit Korem 051/Wkt dalam prosedur dan mekanisme penanggulangan bencana.

Danrem dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana banjir tahun sebelumnya pelaku misi bantuan kemanusiaan/penanganan bencana di jajaran Korem 051/Wkt dan institusi terkait lainnya semakin baik dari waktu ke waktu.

Berbagi pengalaman pada berbagai misi bantuan kemanusiaan/penanganan bencana, maupun di berbagai latihan kesiapsiagaan yang diikuti, semakin membuka wawasan kita akan arti pentingnya koordinasi. Sementara itu, kurangnya koordinasi sipil dengan militer, adalah hal yang kerap terjadi dalam misi penanganan bencana. Karena itu, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wahana membangun rasa saling percaya, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan tetap menghormati aturan masing-masing yang akan membawa kepada pencapaian tujuan bersama, yaitu semakin solidnya koordinasi diantara pelaku misi bantuan kemanusiaan/penanganan bencana.

Kita semua berharap bahwa kegiatan ini akan menumbuhkan kepercayaan diantara pelaku latihan. Adapun sasaran dari latihan ini adalah terwujudnya sinergitas kerjasama dari seluruh Pemda dalam kegiatan penanggulangan bencana alam; terwujudnya mekanisme koordinasi kerjasama unsur militer dalam satu komando tanggap darurat bencana dan terwujudnya mekanisme operasional yang melibatkan bantuan militer dalam kegiatan penanggulangan bencana. (Penrem/Sus)
 
Top