GuidePedia

Jakarta, Global Post - Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Perdagangan  Republik Indonesia  dalam rangka kajian terhadap dampak perizinan terhadap investasi  yang tidak memenuhi  ketentuan dampak lingkungan  industri, petambambangan dan perkebunan dalam pengolahan Lahan investasi yang memiliki multi flayer efek.

Singkat kata, dampak positif dalam bentuk pembangunan tenaga kerja dan penambahan nilai industri, tetapi akibat investor yang tidak diatur dalam penggunaan lahan menjadi berdampak negatif terhadap pembangunan kesehatan. Hal ini akibat dari penanaman modal yang tidak memiliki perencanaan pembangunan, sehingga mengakibatkan   terbakarnya hutan di wilayah Sumatera seluas 832.999 hektar, di kalimantan 806.817 hektar  dan di Papua 353.191 hektar.

 Dampak lain yanmg ditimbulkan dari kebakaran, memakan korban  bagi kesehatan jutaan jiwa manusia termasuk sejumlah siswa sekolah  akibat pengaruh asap. Bahkan diketahui  sebanyak 15.737 kelas sekolah  tidak berfungsi untuk kegiatan belajar  mengajar. Sementara di seluruh indonesia  tercatat  705.953 siswa korban kesehatan dampak asap.

Diketahui bahwa ribuan jumlah titik api memang sangat sulit dipadamkan, sehingga membuat pemerintah kewalahan mengatasinya. Untuk di pulau Sumatera terdapat hutan terbakar dengan jumlah titik api yang begitu banyak.  Misalnya saja di Sumatera Bagian Selatan saja terdapat 100.26 titik api, sementara di Papua terdapat 492 titik. Dampak lain yang dirasakan adanya 7 Bandara yang tidak berfungsi di Kalimantan dan Sumatera. Demikian hasil pnmantauan  peneliti  dari  Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Perdagangan Republik Indonesi  yang dilakukan oleh tim  pengajar / widya iswara, Drs. H. Mudjadid Dulwathan, SH. MH. MBL. bersama dr. Azman, M.Si. MM dari tanggal 18 – 28 Oktober 2015 dibantu Pemerintah Daerah Kabupaten  Jambi  dan Sumatera Barat.

“Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Perdagangan  Republik untuk tahun 2016 telah menciptakan program perlindungan dampak negatif investasi terhadap kesehatan manusia dalam dan luar negeri. Selaku konsumen penanaman modal investasi dimana pusat pendidikan dan pelatihan perdagangan  terlebih dahulu melakukan penanaman investasi ilmu pengetahuan melalui seluruh penjabat fungsionil dan penjabat struktural yang dipimpin Parluhutan Tado Sianturi dan penjabat fungsional untuk peneliti dan widya iswara pengajar agar dimasa datang investastor  mematuhi ketentuan lingkungan industri dan pertambangan serta perkebunan agar pejabat pemberi memiliki kompetensi  dari  modul pembelajaran perlindungan investasi di sektor perdagangan sesuai kajian lnvestasi ilmu pengetahuan instansi terkait yang kami himpun,” kata Drs. H. Mudjadid Dulwathan.
Spesialis HAN & SAKRI  dan widya iswara madya akhli/dosen pengajar Pusat Pendidikan Perdagangan sekembali dari  Balik papan, Lombok, Jambi dan padang  terkait penelitian atas kebakaran hutan, Minggu (29/10/2015) menjelaskan kepada Global Post seputar hasil yang dia peroleh di lapangan.

Lebih lanjut ia katakana, bahwa kementerian perdagangan peduli kepada kepentingan komsumen akibat dampak asap terhadap kesehatan masyarakat sedunia sesuai komitmen Trade And invesmen Forum  atau stengthening  indoseian 's. Global market sebagai pertanggungan jawab pusat pendidikan dan perdagangan kementerian perdagangan untuk mengantisipasi  kejahatan akibat munculnya perizinan usaha bagi investastor yang tidak benar.

Menurut  pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini menilai kebakaran hutan di Sumatera seluas   832.999 hektar, di kalimantan 806.817 hektar  dan di papua 353.191 hektar tersebut dampaknya teramat sangat buruk bagi kesehatan manusia, bahkan sampai mengakibatkan korbannya meninggal dunia.

Dampak buruk bagi kesehatan jutaan manusia termasuk siswa sekolah  sebanyak 15.737 kelas tidak bisa  berfungsi untuk kegiatan belajar siswa, sementara jumlah yang sakit akibat asap (ISPA) di seluruh indonesia  mencapai 705.953 siswa korban kesehatan akibat kebakaran hutan.

Sementara, kata Mudjadid, data  hutan terbakar sebanyak 5.00.7 titik api yang ada di sumatera barat, pekan baru, jambi dan sumatera utara. Sedangkan di Sumatera Selatan terdapat  100.26 titik api, 492 titik api juga terdapat di papua, semuanya berhasil dipadamkan TNI, POLRI dan masyarakat.

“Terakhir disaksikan sediri oleh tim kami, tanggal 26 Oktober 2015 hutan di lembah Gumanti Solok Utara Bukit Pinus terbakar ratusan hetar, tepatnya pukul 21.00.wib tanpa ada pembakarnya. Sementara di  Muara Bungo Jambi dan Muara Tebo, tapat pukul 17.00 wib tanggal, 21 Oktober 2015, Api datang tiba tiba, dan untung pemadam kebakaran Muara Bungo datang, sehingga api tidak sampai makan korban jiwa penduduk,” kata  Mudjadid.

“Ini musibah akibat ulah manusia  merusak alam. Karena itu sudah saatnya presiden dan alim ulama sholat tolak bala dan mengajak umat manusia berdoa kepada Allah guna mohon ampunan,” pungkasnya. (Red)
 
Top