GuidePedia


Jakarta, Global Post – “Kapolri  saat ini matanya tengah dibutakan penyidik nakal,” demikian dikatakan Drs. H. Mudjadid Dulwathan, SH.MH.MBL, Spesialis HAN & SANKRI  yang sehari-hari juga dosen/Widya Iswara  Madya untuk percepatan pemberantasan korupsi  dalam tubuh pegawai Negeri sipil, TNI dan Polri.
Menurut Mudjadid  Kepada Global Post, Sabtu (07/11/2015) lalu, kapolri  wajib membuka mata dan hati nuraninya  atas laporan Anak buah, dan wajib juga menerima  masukan  masyarakat demi komitment terhadap pemberantas kejahatan kinerja penyidik yang  suka menghentikan penyidikan perkara untuk tidak maju kepada pengadilan. 

“Karena ini sangat  merugikan masyarakat pencari keadilan,” tegas pria yang juga mantan anggota  pengawas oditur jenderal  ABRI/Anggota Badan pembina Hukum ABRI dan  saat ini  aktif mengajar materi bela negara untuk  kementerian pertahanan dan kementerian perdagangan  usai mendampingi  Marwin Damiri korban kejahatan penyidik  Briptu polisi Satria  dari reserse kriminal  umum subdit V Polda  Metro Jaya yang menggelapkan bukti bukti laporan Marwin Damiri  dalam LP/2809/VIII/2013/pmj/dit reskrimmum tanggal 29 Agustus  2013.

Akibat tindakan tersebut telah dilaporkan kepada  AKBP. Suparmo, SH.  Dalam gelar perkara  di Polda Metro Jaya, 2 November 2015  Oleh Marwin Damiri, namun penyidik Satria yang diduga menggelapkan data data  pemalsuan sebagaimana dimaksud pasal 171 jo pasal 266 jo pasal 263 jo pasal 385 KUHP  balik menganjam pelapor  dan berpihak kepada terlapor Merry Tandiary yang menggelapkan dokumen hak pelapor Marwin Damiri.

Ironisnya pada saat ini Marwin Damiri dan ibunya Salma Damiri  meminta  kapolri agar mengusut Merry Tandiari  dan penyidik polisi Satria. N, SH sesuai maksud laporan polisi No. tbl. 4592/XI/2015/pmj/dit.reskrimum tanggal 02 Nopember 2015 demi tegaknya hukum dan kebenaran.

Mengingat, katas Mudjadid, Marwin Damiri  adalah korban permainan penyidik sejak tahun 2005 terakhir oleh brigtu polisi Satria  dari polda Metrojaya. “Karena kepentingan vested interes. Kapolri wajib memertibkan penyidik terkait kasus laporan Marwin Damiri. Sementara dilain hal juga perlu kapolri memberikan perhatian terhadap perkara kejahatan Suparman dengan pelapor Niman bin Sian  yang ditangani penyidik iptu pol Soeyanto dan laporan kejahatan Merry Tandiari  yang ditangani penyidik Iptu Cecep di kejahatan keras yang tidak pernah disidik secara tuntas,” ujarnya.

Dikatakan Mudjadid ini sama halnya dengan perkara kejahatan yang dilaporkan Niman bin Sian yang ditangani Hari Pamukas dengan tersangkanya Abdul Rivai dan Kolonel Laut Sijngit Wahyu Prabowo pembuat keterangan palsu dalam dokumen memori peninjauan kembali digelapkan penyidik,” kata Mudjadid yang menutif ucapan pelapor dihadapan dirinya. (Jer/Red)
 
Top