GuidePedia

Karimun, Global Post - Ketua DPD Partai Hanura Kepulauan Riau yang juga Wakil Ketua DPRD Karimun Bakti Lubis menegaskan kepada Pemkab Karimun agar memaksimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Karimun 2015. Mengingat, waktu pelaksanaan APBD-P tersebut hanya bersisa sekitar 2,5 bulan lagi. Sementara, terdapat sekitar 500 paket proyek non lelang yang akan dikerjakan menjelang akhir tahun ini.

"Saat ini estimasi waktu pelaksanaan APBD Perubahan 2015 hanya ada sekitar 2,5 bulan lagi. Sementara, masih ada sekitar 400 hingga 500 paket kegiatan non lelang yang ada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang mesti dikerjakan. Maka dari itu, kami minta agar dengan waktu singkat ini bisa dimaksimalkan pekerjaannya," ungkap Bakti Lubis baru baru ini.

Meski waktu yang singkat, kata Bakti, namun pelaksana teknis pekerjaan tersebut haruslah melaksanakan kegiatan dengan maksimal dan tanpa dilakukan dengan cara yang buru-buru. Untuk menghindari hasil yang tidak maksimal dan tentunya akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

"Memang, seluruh kegiatan fisik yang sifatnya lelang kami larang. Mengingat ada prosedur Keppres yang memakan waktu hingga 45 hari, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan kegiatan lelang. Dan yang paling penting, seluruh kegiatan penting yang penjabaran untuk masyarakat tidak kami hilangkan," jelasnya.

Terkait kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat tersebut, Bakti Lubis meminta kepada Pemkab Karimun agar sesegera mungkin untuk melakukan penjabaran. Menurutnya, Pemkab Karimun dalam satu minggu ke depan harus segera mengevaluasi seluruh kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat untuk segera ditindaklanjuti.

"Ada ribuan proposal kepentingan langsung masyarakat yang tertahan anggarannya, karena situasi anggaran yang begitu mengkhawatirkan. Namun begitu, kami meminta kepada pemerintah daerah agar segera menjabarkan semua anggaran yang bersifat kepentingan sosial. Hari ini saat disahkan, tak ada lagi alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak melaksanakan," tutur nya.

Untuk mengantisipasi terjadinya defisit anggaran pada APBD 2016 mendatang, Bakti Lubis menyebut akan melakukan rasionalisasi anggaran secara terukur, jika selama ini adanya ancang-ancang pembangunan yang besar, sehingga akan menyedot anggaran besar juga, maka ke depan akan disesuaikan dengan kondisi kemampuan anggaran yang akan didapatkan.

"Kita perlu belajar pada pembahasan anggaran murni 2015 lalu, dengan banyaknya ancang-ancang pembangunan yang besar, sehingga begitu terputusnya dana bagi hasil dari pusat maka terjadi defisit anggaran. Maka dari itu, ke depan kita akan melakukan rasionalisasi anggaran sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, ujarnya. (RN) 
 
Top