GuidePedia

Bandung, Global Post - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran akan digelar Desember 2015, berbagai spanduk dan baligo terpampang dimana-mana, Pilkada kali pertama di Daerah Otonom Baru (DOB) ini dipastikan setelah  Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengesahkan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah Nomor 1 tahun 2015, selasa 17 Februari 2015 lalu.

Suhu politik pilkada Pangandaran sudah terasa ke publik. Bahkan di beberapa media masa muncul berbagai iklan advertorial guna meraih simpati publik dan menaikan elektabilitas calon.

Spekulan dari masyarakat bermunculan, ada yang menganggap Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Nomor Urut 1, H. Ino Darsono dan dr. Erwin Thamrin (Hidmat) mengaku memiliki target dukungan suara masyarakat sebanyak 45 persen pada Pilkada Pangandaran yang dilaksanakan pada Bulan Desember mendatang.

Di tempat terpisah, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Nomor Urut 2, Azizah Thalita Dewi dan Sulaksana (Ahlak), mengaku akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan tim pemenangan yang ada di seluruh kecamatan.

Strategi berkampanye kita berbeda dengan pasangan lain. Pastinya kita tidak ingin menimbulkan kekacauan. Kita akan susun cara agar menarik simpati masyarakat. Salah satunya dengan turun langsung atau blusukan ke masyarakat. Kalau perlu, di daerah yang jauh, kita tinggal atau menetap untuk beberapa hari di rumah penduduk.

Suara kita tersebar merata di tiap kecamatan. Insya Alloh kita diberikan kemudahan-kemudahan, dengan Visi : Mempererat Tali silaturahmi dengan berdasarkan azas persahabatan, kekeluargaan untuk membangun Pangandaran yang berswasembada pangan, ekonomi kreatif dan kerakyatan.

Politik hanyalah alat untuk merebut kekuasaan. Kekuasaan hanyalah alat untuk mengabdi pada masyarakat. Semuanya memiliki nilai selama berorientasi dan berpihak pada kepentingan Khalayak banyak. Pangandaran sudah menjadi daerah otonom baru sejak 2 tahun lalu. Kota ini akan menjelma menjadi kota Wisata, Surganya Para Pelancong. Dibutuhkan Pemimpin Masa Depan untuk mensejahterakan masyarakatnya.

Sementara itu, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Nomor Urut 3, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari (Jihad), mengaku tidak mempersoalkan masalah nomor urut. Toh bagi pasagan ini, nomor urut hanyalah sebagai alat bantu untuk mempermudah sosialisasi kepada masyarakat.

Namun dari pantauan Global Post, pasangan nomor urut 2 Azizah Thalita Dewi dan Sulaksana (Ahlak) ramai dibicarakan, bahkan masyarakat menilai silaturahmi yang dilakukan sangat efektif dan bisa mendulang suara, pungkasnya. (Herman. S)
 
Top