GuidePedia

Bandung, Global Post - Menurut keterangan Ketua Distrik GMBI Kab. Bandung Asep Mopog, adanya peristiwa penyerangan dan pengrusakan di kantor Distrik sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Jl. Sasak Banjaran Kab. Bandung yang diduga dilakuan oknum kepolisian.

Peristiwa  bermula pada 8 Oktober 2015 jam 4.00 sore di Rancamayar, dua orang anggota GMBI yang tidak eksis ini mengendarai sepeda motor, dan didalam perjalanan bersenggolan dengan sepeda motor lainnya. Sehingga terjadi adu mulut antara anggota GMBI yang belum eksis dengan pengandara lainnya, kebetulan adu mulut tersebut didepan rumah Sidiq. Merasa ada keributan didepan rumahnya Sidiq langsung memberikan teguran.

Sidiq sambil teriak mengapa bikin onar didepan rumah saya sambil melayangkan pukulan terhadap Cecep Supriatna (Anggota GMBI tidak eksis). Merasa terdesak Cecep langsung mengontak rekannya yang bernama Acep, Tatang dan Agus. Bahkan saat ketiga orang tersebut datang ke TKP  temannya masih ribut sama Sidiq yang diketahui anggota kepolisian.

Sidiq melaporkan kejadian ini kepada Polsek Baleendah Kab Bandung didalam laporannya diketahui bahwa dirinya dikeroyok oleh anggota GMBI dan ddidepan Kapolsek dan Kanit Resintel Polsek Baleendah saya sudah bersalaman kepada Bripka Sidiq dari Polsek Katapang Kab. Bandung.

Tepatnya Jam 11.30 malam, 8 Oktober 2015 Sekretariat GMBI Kab. Bandung diserang oknum kepolisian dan merusak serta merampas barang-barang milik GMBI, barang yang dirampas satu set computer bersama printer, spiker aktif, satu set spiker bersama tipdek dan DVD, kompor gas berikut tabungnya, dispenser, magic com, kipas angin, Bender GMBI, dan bendera serta atribut GMBI. Sedangkan barang yang dihancurkan, televisi, dua set kursi dan meja tamu, meja makan, berkas dan data-data GMBI.

Sementara itu menurut Sekjen DPP LSM GMBI Bembie Juliansyah, LSM GMBI ini merupakan lembaga yang telah banyak membantu hak masyarakat yang didzolimi, bahkan sebagai lembaga Dakwa, dan kita tidak akan memberikan toleransi kepada anggota kami yang membuat kesalahan. Bahkan anjuran Ketua Umum DPP LSM GMBI jadikan lembaga ini lembaga tempat masyarakat mencari keadilan.

Saling menghormati satu sama lainnya itu kita tanamkan didalam berorganisasi, namun kejadian kemarin membuat kita berpikir, dengan seenaknya oknum kepolisian merusak dan mengancurkan serta merampas lambang kebesaran kami, kalau ada anggota kami walaupun yang bersangkutan tidak eksis melakukan kesalahan silakan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Laporan yang kita sampaikan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jabar dengan tanda bukti laporan Nomor : LPB/816X/2015/jabar tanggal 12 Oktober 2015 terkait perusakan yang dilakukan oknum kepolisian Kab. Bandung terhadap sejumlah barang, foto dan atribut di sekretariat LSM GMBI di Jl. Sasak Banjaran Kab. Bandung.

“Dan saya mengimbau kepada seluruh anggota GMBI di seluruh Indonesia jangan terpancing dengan kondisi di Kab. Bandung, silakan proses hukum yang ditempuh,” pungkasnya. (Herman. S)
 
Top