GuidePedia

Subang, Global Post - Dua pejabat di dua Dinas Pemkab Subang ditahan, Kamis (15/10/2015). Keduanya diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi dalam kasus berbeda.

Kedua pejabat tersebut adalah Kasi Rehabilitasi dan Konvesvasi Tanah Dinas Hutbun, berinisial K. K adalah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam proyek pengadaan Mangrove yang saat ini sedang diusut Kejari.

K merupakan tersangka keempat dalam kasus Mangrove senilai sekitar Rp750 juta pada 2013. Tiga tersangka lainnya adalah AP dan MJ kontraktor (pelaksana) proyek mangrove, AS merupakan PPK mangrove sekaligus Kepala Dinas Hutbun Subang. Seluruhnya sudah mendekam di tahanan.

Selain K, pada saat yang sama, Kejari juga menahan pejabat Dinas Tata Ruang, Pemukiman dan Kebersihan (Tarkimsih) BS. Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek peningkatan sarana dan prasarana olahraga di sirkuit Gary Mang Subang itu diduga kuat terlibat dalam kasus proyek senilai Rp1.82 miliar tersebut.

BS ditetapkan sebagai tersangka pada pekan ini. Selain BS, dalam kasus ini, Kejari sudah menetapkan tersangka dan menahan seorang pelaksana proyek berinisial S. Pada awal bulan ini, S menjalani penahanan.
"Hari ini kita tahan K dalam kasus Mangrove dan BS dalam kasus sirkuit Gerry Mang. Keduanya ditahan untuk 20 hari ke depan," kata Kasie Pidsus Kejari Subang Anang Suhartono kepada Global Post, Kamis (15/10/2015).

Sebelum ditahan, keduanya, kata Anang, menjalani pemeriksaan selama 2 jam dengan sekitar 12 pertanyaan. "K ini untuk panggilan ketiga, dan baru hadir sekarang. Sementara BS untuk pertama kalinya diperiksa," jelasnya.

Pendamping hukum dari pemda untuk tersangka K, Gama Priawan yang hadir di Kejari mengatakan, pihaknya hanya bertugas mendampingi sampai K berstatus tersangka. Namun begitu, Gama mengaku sudah menyampaikan beberapa saran hukum terhadap K.

Sementara pengacara BS, Edi Sapran yang mendampingi BS di Kejari, menegaskan dirinya akan mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya, BS. (Herpan)
 
Top