GuidePedia

Subang, Global Post - Gara-gara masalah batas tanah lahan sawah, dua warga Serangpanjang, Subang ribut. Ironisnya, salah satu dari dua orang itu menghantamkan golok, yang mengakibatkan luka parah pada bagian tubuhnya.

Peristiwa itu terjadi di area pesawahan Desa Cinta Mekar Kecamatan Sagalaherang, Subang. Kedua petani Amsar (60) dan korban Rohmat Hidayat (44) Kampung/Desa Leles, Kecamatan Serangpanjang, terlibat cekcok soal batas lahan sawah mereka.

Rohmat, saat itu berusaha memberi penjelasan soal asal-usul lahan. Namun penjelasan itu tak digubris Amsar. Sebaliknya, ia justru menghunuskan senjata tajam, golok dan menghantam Rohmat.

Akibatnya, Rohmat mengalami luka bacok di bagian punggung, tangan kanan, jari manis tengah dan kanan nyaris putus, kepala bagian belakang dan bibir bagian atas.

"Pelaku baru berhenti menyerang setelah korban sempat menendang  perut pelaku, saat pelaku akan menghujamkan golok ke perut korban," kata Kapolres Subang AKBP Agus Nurpatria melalui Kapolsek Sagalaherang AKP Ujang Suryanto.

Pada saat kejadian sebenarnya ada Suhendar. Namun, dia tidak berani melerai karena takut menjadi sasaran amuk Amsar. Sebaliknya Suhendar memanggil kedua temannya yaitu Nendi (43) dan Ade Narya (41) untuk menolong korban, sedangkan pelaku langsung pulang sambil menenteng goloknya setelah menyerang korban.
Korban, harus menjalani perawatan intensif di RSUD Ciereng. Sementara pelaku, harus mendekam di tahanan. Polisi yang mendapat laporan, hanya butuh waktu satu jam untuk menjemput pelaku di kediamannya. (Herpan)
 
Top