GuidePedia

Lebak, Global Post
Terkait maraknya isu mafia CPNS dilingkungan Kementrian Agama (Kemenag) kabupaten Lebak  kini menjadi sorotan tajam para awak media, pasalnya oknum PNS yang berinisial WU yang saat ini aktif sebagai guru yang mengajar di salah satu sekolah di desa Sukamanah, yang diduga salah satu kordinator  CPNS pada tahun 2009 silam  yang mengkordinir puluhan peserta calon Pegawai Negri Sipil (CPNS), rupanya hanya akan menyisakan kisah sedih bagi para peserta CPNS.

Menurut sumber yang dihimpun tim media Global Post, WU diduga memiliki kurang lebih sekitar 60 peserta CPNS. Ironisnya puluhan peserta yang konon telah menyetorkan uang dengan kisaran 15 s/d 25 juta rupiah per orang, sebagai bentuk titipan pemberkasan untuk diangkat menjadi PNS pada tahun 2009 silam hingga saat ini belum ada pengangkatan.

Oknum PNS WU saat ditemui media dikediamannya membenarkan adanya upaya perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2009, menurut WU, “saya siap akan mengembalikan uang peserta sebagai bentuk itikad baik saya, walaupun uang tersebut sudah saya setorkan ke Haji Jidni Ma’ani selaku pengurus yayasan Malnu di Kampung Talun Menes Pandeglang, yang sekarang sudah almarhum.

WU saat ditanya soal keterlibatan kordinator CPNS 6 tahun silam, lebih mengejutkan WU menyebut beberapa nama oknum pejabat di Kemenag kabupaten Lebak yang diduga kuat YY dan AS.

Sementara ditempat terpisah  Yuyu Yutarsih yang saat ini setatusnya sebagai tersangka di polres Lebak. Dan saat dikonfirmasi ia mengungkapkan, “pada tahun 2009,  awal saya di ajak AS mencari guru yang masih honor untuk menjadi PNS, AS menjanjikan bisa membantu guru yang masih honor untuk menjadi PNS, setelah itu saya punya niatan untuk membantu guru-guru  yang sudah mengabdi diatas 10 tahun yang belum diangkat menjadi pegawai negeri,”katanya.

Lebih lanjut dikatakan Yuyu, setelah itu AS minta dana sebesar Rp 25 juta per orang, tapi uang yang masuk ke AS itu bermacam ragam kwitansi terlampir. Selang beberapa bulan  datang pak Ibnu ke rumah saya dia nanya ke saya mengenai peserta yang sudah masuk ke AS, saya jawab banyak kwitansi lengkap AS yang menandatanganinya, uang semua saya serahkan ke AS, ungkap yuyu.

AS saat ditemui media diruang kerjanya dengan singkat menjawab bahwa itu fitnah dan ada yang tidak suka dengan jabatan dan kedudukan saya, paparnya.

Hal ini terjadi diduga akibat adanya sebuah korporasi gerombolan mafia CPNS yang tidak bertanggung  jawab hingga terkesan kebal hukum. Padahal salah satu rekannya yakni oknum PNS Ibnu Suhadi telah mendapatkan vonis hukuman selama dua tahun penjara di Pengadilan Negeri Rangkas Bitung pada bulan April 2015 lalu, yang diduga bagian dari gerombolan tersebut.

Badri ketua LSM Solidaritas Rakyat Banten (SORBAN) Lebak  Mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut dan mengambil langkah hukum terkait adanya dugaan kasus mafia CPNS di lingkungan Kemenag Lebak. (Apip/Fik)





 
Top