GuidePedia

Banyuasin, Global Post
Perasaan senang hati dan bangga telah lunas membayar angsuran rumah dan pastinya akan mendapatkan sertifikat rumah merupakan sebuah harapan yang sulit dibayangkan. Namun harapan itu malah sebaliknya, nasib malang yang didapat warga perumahan Graha Asri Sukajadi Kel. Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin yang di dapat lain dari kenyataannya.

Harapan itu menjadi buyar ketika pihak bank BTN tidak bisa mengeluarkan sertifikat perumahaan yang telah lunas diangsurnya dengan alasan belum di pecahnya surat induk tanah  salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya. Pertanyaannya, Kalau memang belum di pecah surat induk tanahnya kenapa dari pihak pengembang masih dikasih cairan dana. “Di sini aja kalau dipikir dengan akal sehat ada yang tidak beres, tidak bener. Ada permainaan, dan yang kami Tanyakan ke pada bank BTN kewajiban dan hak. Dimana kewajiban kami sebagai debitur membayar angsuran dan melunasi sudah kami penuhi. Sekarang hak kami belum di penuhi oleh bank BTN, yaitu sertifikat perumahaan dimana kewajiban bank BTN mengeluarkan sertifikat perumahan,” katanya.

Bahkan dikatakan mereka ada beberapa warga mengurus sendiri sertifikat dengan biaya sebesar. RP 15.000.000 sekarang sudah mendapatkan sertifikat. Di sini aja kelihatan ada yang tidak beres, ada permainaan dari pihak-pihak dan oknum yang terkait. Jangan lagi di bebankan ke pada warga untuk mengurus sendiri dan biaya sendiri ke pada masyarakat berpenghasilan rendah.

Warga prumaahan Graha Asri  sangat cukup bersabar satu tahun lebih menunggu, tapi tidak ada kejelasan dan kepastian kapan hak warga perumahan Graha  Asri Sukajadi mendapatkan sertifikat rumahnya. Kesal dan sangat geram, bolak balik, jungkir balik ke bank BTN sertifikat tidak di dapat. Warga Perumahaan Graha Asri di beri janji-janji palsu oleh bank BTN.

Akibat kasus ini membuat sejumlah warga masyarakat mempertanyakan dimana kinerja Bank BTN tidak profesional, terlebih  masyarakat dibikin terombang ambing, bolak balik mempertanyakan sertifikat perumahaan miliknya ke bank BTN. Namun yang ada malah seperti saling lempar, warga pun dibuat seperti bola yang harus ditendang kesana kemari.

Pak Musraidi bagian arsif bilang, coba tanya dengan pak Sundoro bagian DBN supporting. Kemudian pak Sundoro sebaliknya bertanya kepada Musraidi. Kepala cabang bank BTN saat dikomfirmasih dengan ringannya  mengatakan, bersabar saja dulu lagi diperoses, tapi kejelasan kapan dan kepastian sertifikatnya keluar tidak tau kejelasannya. di mana program pemerintah membangun perumahan  untuk membantu masyarakat kecil ke bawah Malah menyengsarakan, mempersulit masyarakat kecil kebawah.tolong kepada aparat pemerintahaan agar melakukan kross cek, turun kelapangan jangan duduk diam.kasihanilah kami masyarakat kecil jangan kami masyarakat kecil yang dijadikan pancingan dan umpan ujungnya,” sasaran. (Alex)
 
Top