GuidePedia

Kab.Kediri, Global Post
Operasi Simpatik Semeru2015 Polres Kediri lebih mengedepankan sisi humanis demi memberi pemahaman dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas bagi masyarakat, tetapi penegakan hukum(gakum) tetap tidak dikesampingkan  khususnya pengguna jalan raya yang lakukan pelanggaran yang membahayakan di Kabupaten Kediri.

“Tetap mengedepankan sisi humanis agar masyarakat lebih meningkatkan kesadaran berlalulintas,dengan mematuhi peraturan, maka keselamatan berkendara lebih dirasakan dan mampu menekan angka kecelakaan. Ini demi kebaikan bersama,” kata Bobby di ruang kerjanya, Senin (30/3/15).

Disinggung masih adanya sejumlah balap liar yang berada dikawasan SLG (Simpang Lima Gumul),pihaknya tetap melakukan tindakan, tetapi masih melihat sisi kemanusiaan. Menurutnya mereka melakukan balapan untuk hiburan atau taruhan. “Tetap ada tindakan dengan tidak mengesampingkan sisi kemanusiaan agar tidak salah persepsi dimasyarakat,” tuturnya.

Penegakan hukum terhadap truk kelebihan muatan dari sejumlah galian c, masih menjadi dominasi karena dampaknya. Bahkan gakum terhadap kelayakan ranmor, gakum pelanggaran kecepatan dipastikan sudah menjadi atensi pada Ops Simpatik Semeru 2015 ini. “Itu sudah ada pada undang undang No. 22 tahun 1999 terutama pasal 105,” tegasnya.

AKP Bobby menambahkan, giat jajarannya bukan hanya sekedar memberikan arahan  bagi pelanggar dijalan raya saja tetapi dia juga memberikan pengenalan kepada anak-anak murid Taman Kanak-kanak dikawasan Kota Pare Kediri.  Dengan adanya Polsanak (Polisi Sahabat Anak) diharapkan dapat memotivasi pemikiran anak untuk mengenal rambu-rambu lalu lintas, mengenalkan disiplin sejak dini serta Polsanak diharapkan lebih dekat dengan Polisi serta agar mereka tidak merasa takut.

Akpol 2007 kelahiran September 1985 ini tetap berharap kepada masyarakat agar senantiasa ciptakan budaya disiplin berlalu lintas  selalu patuhi rambu-rambu yang ada karena rambu-rambu lalu lintas bukanlah hiasan semata. Hindari pemakaian handpone saat berkendara, jauhi pengaruh alkohol, ugal-ugalan dijalan apalagi potensial kecelakaan.
Perlu diketahui, di seluruh Indonesia secara serentak mulai dari 1-21 April dengan tema, “Polantas sebagai Penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial di Ruang Publik, Guna Mewujudkan Pelayanan Prima kepada Masyarakat,” terangnya.(Mbang)






 
Top