GuidePedia

Publikasi Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bogor Tahun 2015
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bogor dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008 tentang pembentukan Dinas Daerah yang mempunyai tugas pokok membantu bupati melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi di bidang energi dan sumber daya mineral serta tugas pembantuan.

Dalam melaksanakan Tugasnya, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai fungsi sebagai berikut :
Perumusan kebijakan teknis operasional bidang pengawasan dan pengendalian produksi,

Pemberian pelayanan, pengembangan usaha dan perijinan, dan Pelaksanaan tugas pembantuan, dibidang : Pertambangan umum Mineral, Geologi dan Air Tanah Migas dan Panas Bumi Ketenagalistrikan dan Pemanfaatan Energi Pelaksanaan ketatausahaan dinas, Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Merujuk pada tujuan dan sasaran tersebut di atas maka rumusan strategi dan kebijakan pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. Meningkatkan pengawasan pemanfaatan sumber daya alam; Dengan kebijakan: (1) Pengembangan dan pembinaan usaha pertambangan skala kecil dengan tetap memperhatikan pembangunan yang berwawasan lingkungan; (2) Pengawasan dan pembinaan distribusi tata niaga migas; (3) Peningkatan pengendalian dan pengawasan pemanfaatan air bawah tanah sesuai dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan; (4) Pengelolaan pertambangan mineral secara seimbang tanpa mengabaikan nilai konservasinya serta pengembangan kawasan pertambangan dengan mempertimbangkan potensinya.
Strategi 2. Mengembangkan upaya reklamasi pasca tambang; Dengan kebijakan: (1) Peningkatan pengendalian pemanfatan sumber daya alam, reklamasi/rehabilitasi lahan bekas tambang, sekaligus pemulihan pasca tambang sesuai dengan zona peruntukan yang telah ditetapkan.

Strategi 3. Meningkatkan ketersediaan energi dan mengembangkan sumber energi alternatif terbarukan; Dengan kebijakan: (1) Peningkatan fasilitas untuk pemenuhan pasokan energi dan listrik yang bersumber dari potensi energi alternatif dan terbarukan, seperti potensi hidro, surya, angin, panas bumi dan bio-energi lainnya; (2) Pemenuhan kebutuhan listrik dan cakupan pelayanan listrik perdesaan ke seluruh wilayah serta peningkatan pengelolaan utilitas umum berupa penerangan jalan umum yang merata dan efisien di setiap wilayah.

Strategi 4. Meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian; Dengan kebijakan: (1) Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan administrasi ketatalaksanaan untuk menciptakan profesionalisme di Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Strategi dan kebijakan tersebut dirumuskan dalam kerangka mewujudkan pernyataan yang terkandung dalam visi dan misi  Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral.

Program dan Kegiatan Tahun 2014

Pada Tahun Anggaran 2014, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bogor memberikan kontribusi terhadap pencapaian kebijakan prioritas pembangunan daerah yang kedua, yaitu Peningkatan daya saing perekonomian daerah berbasis perdesaan; dan prioritas pembangunan daerah yang ketiga, yaitu Peningkatan pembangunan infrastruktur serta pengelolaan ruang dan lingkungan hidup. Kontribusi pencapaian kebijakan tersebut ditandai dengan capaian rata-rata indikator kinerja kunci (IKK) sebesar 109,46%, dengan predikat kinerja sangat tinggi. Uraian capaian kinerja indikator kinerja kunci tersebut sebagai berikut: 

Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB harga konstan dari rencana 1,10%, terealisasi 1,08% atau 98,18%;

Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB harga berlaku dari rencana 1,21%, terealisasi 1,54% atau 127,27%;

Reklamasi luas lahan bekas tambang dari rencana 652,90 Ha, terealisasi 683,67 Ha atau 104,71%;
Cakupan penanganan pertambangan tanpa ijin dari rencana 100%, terealisasi 100%;

Peningkatan rumah tangga pengguna listrik dari rencana 7.400 sambungan rumah,  terealisasi 8.251 sambungan rumah atau 111,50%;

Peningkatan rasio ketersediaan daya listrik dari rencana 0,50%, terealisasi 0,70% atau 140%; Persentase rumah tangga yang menggunakan listrik dari rencana 83,25%, terealisasi 90,45% atau 108,65%;
Peningkatan cakupan layanan PJU dari rencana 1%, terealisasi 1,22% atau 121,73%;

Jumlah ijin usaha ketenagalistrikan IUKU/ IUKS dari rencana 90 perusahaan, terealisasi 90 perusahaan atau 100%;
Perubahan elevasi muka air tanah dari rencana ≤15 mbmt, terealisasi ≤15 mbmt atau 100%; Jumlah kelompok pengguna energi baru dan energi terbarukan dari rencana 5 kelompok, terealisasi 5 kelompok atau 100%;

Cakupan pemantauan lokasi rawan longsor dari rencana 100%, terealisasi 101,49%.
Capaian IKK tersebut menunjukkan telah tercapainya sasaran yaitu : Meningkatnya pengendalian pemanfaatan sumber daya alam dan berkurangnya kerusakan alam akibat penambangan;

Meningkatnya cakupan pemenuhan kebutuhan listrik. Pencapaian Indikator Kinerja Kunci  di atas merupakan hasil kontribusi dari pelaksanaan 13 program dan 77 kegiatan yang ada.

Penentuan Isu-Isu Strategis

Perumusan isu-isu strategis didasarkan analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal yaitu peluang dan ancaman serta memperhatikan kekuatan dan kelemahan pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bogor dalam melaksanakan tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi di bidang energi dan sumber daya mineral serta tugas pembantuan.

Isu-isu strategis yang menjadi acuan atau dasar dalam menentukan  program dan kegiatan yang diprioritaskan selama lima tahun ke depan (2014-2018) untuk mencapai tujuan. Isu-isu strategis berdasarkan analisa terhadap lingkungan internal dan eksternal adalah sebagai berikut:

Tercapainya optimalisasi pemanfaatan potensi sumber daya alam tambang; Terkendalinya kegiatan usaha pertambangan, air tanah, ketenagalistrikan dan BBM; Meningkatnya cakupan jaringan listrik pedesaaan; Terselenggaranya diversifikasi BBM; Terselenggaranya mitigasi bencana geologi; Terselenggaranya konservasi dan penataan lingkungan geologi.

Keberhasilan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2014

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2014 menghasilkan rata-rata capaian indikator kinerja output sebesar 102,23%, termasuk dalam kategori predikat sangat tinggi.

Pembangunan jaringan listrik pedesaan berhasil melampaui target, dari rencana jumlah 7.400 sambungan rumah terealisasi sebanyak 8.251 sambungan rumah, atau 111,5%, dimana sebanyak 1.413 sambungan rumah merupakan kegiatan yang dilaksanaka n melalui ABPD I;

Produksi mineral bukan logam dan batuan mencapai 35.234.175,34 ton, hal ini merupakan hasil pengawasan dan perhitungan produksi yang lebih intensif dan berpengaruh terhadap kenaikan pajak mineral bukan logam dan batuan;

Data Produksi Bahan Galian Tahun 2014 tercapainya perolehan penerimaan pendapatan pajak air tanah hingga mencapai Rp. 51.916.322.226,- dibandingkan pada tahun 2013 sebesar Rp.40.352.123.383,-;
Tercapainya perolehan penerimaan dana bagi hasil bukan pajak pertambangan panas bumi hingga mencapai Rp. 57.865.726.160,- dibandingkan pada tahun 2013 sebesar Rp. 30.007.035.100,-.

Pembinaan dan penindakan terhadap para penambang tanpa ijin bekerjasama dengan pihak Polisi Pamong Praja dan Kepolisian dengan melakukan penyitaan alat-alat berat.

Pembangunan Lampu PJU sebanyak 605 titik lampu di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Pemberian Alat-alat dalam rangka pemanfaatan Bio energy terhadap 5 kelompok masyarakat sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 05 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018, visi Kabupaten Bogor adalah “Mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia”.

Untuk mendukung penciri Kabupaten Termaju pada penciri ke delapan yaitu Pelayanan penyediaan listrik pedesaan tertinggi di Indonesia, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bogor pada tahun 2015 melakukan pemasangan listrik pedesaan (Lisdes) terhadap 7.110 Kepala Keluarga (KK) di seluruh Wilayah Kabupaten Bogor, Rencana Lokasi Lisdes tahun 2015 terlampir

Lokasi Lisdes 2015, APBD II Kabupaten Bogor

Kegiatan Pengembangan Jaringan Listrik Pedesaan Kec. Tanjungsari, Desa Buanajaya, Kampung Cirejag, Wangun, Impres, Babakan Kadu, Cibeureum, Gobang, Nanggung, Cimapag, Cibogo, Bunder, Cigulingan, Jati Hurip, Binong, jumlah 156 KK. Kec. Cariu, Desa Cikutamahi, Kampung Tonjong, Bojong Sari, Tegal Ibon, Sukahati, Cikubang, Jumlah 110 KK.

Kec.Jonggol, Desa Sukajaya, Kampung Sindang Rered, Iringowo, Cipadang, Babakan Cisewu, Cigaruguy, Jumlah 101 KK. Desa Singajaya, Kampung Nyangegeng, Sukawayahna, Peundey, Rawa Makmur, Jumlah 100 KK.  Desa Sukasirna, Kampung Tegal Putat, Babakan Bojong Korod, Tegal Salam Lebak, Jumlah 89 KK. 

Kec. Sukamakmur, Desa Sukawangi, Kampung Margaluyu II, Cibeureum, Neglasari, Selawangi II, Selawangi, Simarasa, Cigadel. Cinangsih, Babakan Tasik, Jumlah 200 KK. Kec. Klapanunggal, Desa Lulut, Kampung Lulut, Bojong Koneng Lulut, Citoke, Sigendong, Prapatan, Jumlah 100 KK. Kec. Babakan Madang, Desa Bojong Koneng, Kampung Tapos, Bojong Koneng, Pasir, Gunung Batu, Jumlah 191 KK. Kec. Kemang, Desa Pondok Udik, Kampung Poncol, Pondok Udik, Babakan, Hambulu, Jumlah 242 KK. Kec. Ciseeng, Desa Cibeuteung Udik, Kampung Siliwangi, Blok Sukun, Cikadu, Cigelap, Cikupa, Porsija Cisuuk, Jumlah 141 KK.

Kec. Rancabungur, Desa Mekarsari, Kampung Sukajadi, Cimanggu, Sindangpala, Jumlah 200 KK. Kec.Ciawi, Desa Cibedung, Kampung Cibedug, Babakan, Jumlah 100 KK. Desa Bitung Sari, Kampung Bitung Sari, Bitung Tangkil, Bitung Tengah, Bitung Omo, Bitung Pesantren, Bitung Kidul, Margarahayu, Bitung Sukamanah, Bitung Ratna, Hegarmanah, Jumlah 114 KK. 

Kec. Megamendung, Desa Sukagalih, Kampung Cihanjawar, Coblong, Goleah, Bojong Keji, Jumlah 150 KK. Kec. Cisarua, Desa Tugu Utara, Kampung Neglasari, Pondok Rawa, Pondok Caringin, Babakan, Tugu Utara, Jumlah 151 KK. Kec. Rumpin, Desa Rabak, Kampung Sampay, Sampay Komplek, Pabuaran, Kaduseweu, Gunung Leutik, Handiwung, Cipayung, Ciguha, Cisirung, Dukuh, Jumlah 202 KK. Desa Cibodas, Kampung Cakrayuda, Rancapinggan, Cikupa, Pangguh, Pangguh Lebak, Cibodas, Leuwideso, Cibodas 02, Jumlah 182 KK.

Kec. Caringin, Desa Pancawati, Kampung Leuweung Larangan, Legok Nyenang, Bojong Katon, Pancawati, Cipare, Pasir Tengah, Ciherang Satim, Kiara, Jumlah 100 KK. Desa Cimande, Kampung Baru, Jumlah 70 KK.

Kec. Tamansari, Desa Sukaresmi, Kampung Sawang Garung, Buniaga, Cipadung, Laladon, Babakan, Cileueur, Sukamulya, Cileueur Sempur, Jumlah 150 KK. Desa Sukajaya, Kampung Jami, Nambo, Nambo Pentas, Nambo Masjid, Babakan, Nambo Waluya, Dukuh Manis, Dukuh Waru, Pangkalan, Jumlah 272 KK.

Kec. Ciomas, Desa Mekarjaya, Kampung Dampit, Sawah, Sawah Hilir, Jumlah 122 KK. Kec. Pamijahan, Desa  Cibening, Kampung Cibening 1, Sindang Pala, Cikoan, Cipicung 2, Segog, Kananga 2, Jumlah 107 KK. Kec,Tenjolaya, Desa Cinangneng, Kampung Cinangneng, Cikalancing, Lembur Leutik, Babakan, Laladon, Ciburial, Jumlah 170 KK. Desa Tapos I, Kampung Sinarwangi, Babakan, Jagapati, Tenjolaya, Neglasari, Jumlah 154 KK. Kec. Pamijahan, Desa Gunung Bunder II, Kampung Pasar Rebo, Ibu, Pasir Putih, Pasir Kaung, Legok Nyenang, Arban, Pasir Salam, Sawah, Gede, Jumlah 140 KK.
Kec. Cibungbulang, Desa Ciaruteun Ilir, Kampung Poncol, Pabuaran, Tegal Salam, Ciaruteun Ilir, Cikarang, Wangun Jaya, Jumlah 209 KK. Desa Situ Udik, Kampung Pasir Eurih, Tegal Sari, Pasar Sabtu, Warung Sabtu, Pasir Purih, Setu, Pager Jengkung, Sukatani, Jumlah 148 KK.

Kec. Ciampea, Desa Tegal waru, Kampung Cikarawang, Ciampea Ilir, Tegalwaru, Jumlah 130 KK. Desa Cihideung Udik, Kampung Pasar Rebo, Sinagar, Cihideung Udik, Bairun, Pancol, Cikupa, Hambulu, Cinangneng, Cinangneng 1, Babakan Kemang, Jumlah 215 KK.

Kec. Pamijahan, Desa Gunung Picung, Kampung Pasar Kemis, Babakan 1, Pasar Ahat, Laladon, Parakan Sagu, Kadu Dampit, Warung Nangka, Cikoneng, Langkob, Ciawitali, Sangket, Babakan, Jumlah 375 KK. Desa Ciasihan, Kampung Sindang Resmi, Pasar Senen, Sahid Jaya, Lapangan, Sinar Jaya, Lebak Sirna, Sindang Laya, Harapan, Sinar, Ciasmara, Rangin, Neglasari, Cikaramat, Sukamulya, Bojong Asih, Cibuluh, Jumlah, 244 KK.

Kec. Leuwisadeng, Desa Wangun Jaya, Kampung Cisaraten, Pasir Manggah, Cisaraten III, Cisaraten I, Cisaraten II, Cipayung, Batu II, Legok Kadu, Curug, Jumlah 350 KK. Kec. Leuwiliang, Desa Barengkok, Kampung Daku, Barengkok, Bantar Endah, Geleduk, Cikopeah, Jumlah 200 KK.

Kec. Cigudeg, Desa Mekarjaya, Kampung Cikadu, Tari Kolot, Mede, Cikalong, Toge Bujang, Toge,Prayoga, Jumlah 150 KK. Desa Argapura, Kampung Tipar, Malangbong, Malangbong Cikarang, Malangbong Pabuaran, Jumlah 138 KK. Desa Sukaraksa, Kanpung Tangseng, Manglid, Babakan Manglid, Jambu Manis, Juga Jalan, Ciruwuk, Babakan Saga, Juga Sibedil, Parakan Tiga, Jumlah 151 KK.
Kec. Jasinga, Desa Jugalaya, Kampung Kembang Kuning, Cimaok, Lebak Huni, Jumlah 140 KK.
Kec. Sukajaya, Desa Urug, Kampung Anyar, Urug Lebak, Urug Tengah, Urug Tonggoh, Pasar Degul, Legok Cau, Legok Jengkol, Kiara Cucuk, Cipatat Kolot, Pabuaran, Jumlah 118 KK. Desa Sipayung, Kampung Cikoneng, Sawah, Pasir Munding, Cilincing, Sipayung, Babakan Sipayung, Kompa, Jumlah 206 KK. Desa Kiarasari, Kampung Cibuluh, Cirarak Gubug, Gunung Bitung, Pasir Awi, Cirarak Kulon, Jumlah 299 KK.

Kec. Tenjo, Desa Cilaku, kampung Cibogo, Nanggung, Dukuh Malang, Gadebug, Cibutun, Nanggerang, Cilaku Ilir, Tegal, Cilaku Tegal, Sukarasa, Jumlah 223 KK. Jumlah, 26 Kecamatan, 42 Desa, 7110 Kepala Keluarga (KK). (Dauri/Adv)
 
Top