GuidePedia

Pasuruan, Global post
Sangat tidak jelas Manfaat serta fungsinya atas Proyek Senilai 7 Milyar lebih di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Hal ini Patut untuk dipertanyakan Kelayakannya, karenanya proyek yang sangat jauh dari permukiman warga terletak di muara sungai dekat pertambakan kondisinya sangat memprihatinkan.

Hasil investigasi dan temuan Global Post di lapangan dalam menelusuri proyek yang terindikasi dapat menimbulkan kerugian Negara, pada tanggal 22 April 2015 bersama warga sekitar menggunakan alat tranportasi perahu kecil bertenaga diesel, mereka memaparkan serta mengeluhkan, atas terlaksananya proyek anyaman bambu (gedek) tersebut.

Menurutnya, proyek tersebut dikerjakan sekitar bulan April sampai Oktober 2014. Memang proyek saat ini sudah selesai akan tetapi Kondisinya Rusak Parah, Gedeknya banyak yang rusak, rapuh dan tidak bertahan lama. Bahkan ada sebagian yang longsor, tergerus aliran sungai yang sering banjir  dikala musim hujan tiba. Parahnya lagi banjir sampai naik ke permukiman warga.

Ditempat terpisah Kepala Desa setempat juga membenarkan kejadian tersebut, menurutnya, mestinya sebelum dilaksanakan pekerjaan proyek ini harus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu supaya tau dan mengerti apa yang diharapkan Masarakat. “Saya sebagai Kepala Desa tidak bisa berbuat banyak, Kami hanya dapat tembusan kalau di Desa ini akan ada proyek,” katanya.

Dengan nada kecewa Kepala Desa tersebut menjelaskan, yang harus di dahukan adalah Normalisasi sungai Desa kami, karena sungai ini satu arah menuju muara tambak. Dengan cara menggunakan alat berat Exsafator, Lumpur sungai dikeruk di taruh di atas tanggul dari desa kami menuju ke muara tambak, dengan begitu aliran air sungai bisa menjadi lancar Otomatis bisa mengurangi Bahaya Banjir, ujarnya.

Masih kata kepala desa tadi, mending kalau Proyeknya bagus Mas. Acak-acakan.dan tidak adanya pengawasan di Lapangan. Ada dan tidaknya Proyek tersebut tidak berpengaruh bagi kami. Toh ternyata di Desa kami masih tetap saja banjir. Padahal  nilai proyeknya mencapai Rp 7 Milyar lebih, seharusnya berdampak manfaat bagi masyarakat kami. Bukan sebaliknya kami merasa menjadi korban atas adanya Proyek tersebut, ungkapnya kesal.

Berdasarkan data yang dihimpun Global Post di lapangan terdapat banyak kejanggalan, karena itu pihak kementerian terkait harus turun ke lokasi untuk melakukan sidak lapangan. Sementara para pelaksana ditingkat Dinas Kabupaten dan Provinsi wajib dimintai keterangan atas pertanggungjawaban atas pekerjaan proyek tersebut. Apalagi proyek tersebut merupakan hasil kerja dari satuan kerja SNVT Pelaksanaan Pemanfaatan Air Brantas dengan PPK Irigasi II Jawa Timur tahun anggaran 2014.

Apa tanggapan pejabat terkait terhadap hasil pekerjaan proyek ini, ikut penelusuran lebih lanjut Global Post pada edisi mendatang.  (R. Hamzah)



 
Top