GuidePedia

Ciamis, Global Post 
Sejarahnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia alias KONI dibentuk sebagai wadah untuk induk organisasi olahraga di Indonesia. Awalnya  organisasi ini bernama DORI (Dewan Olah Raga Indonesia). Nama  KONI sendiri muncul pada tanggal 25 Desember 1965 usai Sekretariat Bersama top-top Cabang Olah Raga mengusulkan untuk mengganti nama DORI menjadi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang mandiri dan bebas dari pengaruh politik. Usulan ini semakin dipertegas ketika Ir. Sukarno Presiden RI ke-1 menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 143 A dan 156 A tahun 1966 tentang pembentukan KONI. Namun sayang, ini tak bisa berjalan mengingat kondisi politik saat itu.

Barulah pada tahun 1967 KONI dikukuhkan oleh  Presiden Suharto dengan Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1967 dengan mengangkat Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Ketua Umum. Sebagai induk organisasi ke-olahragaan, bisa dibilang KONI merupakan lembaga otoritas. 

Secara otomatis pemerintahpun harus memberikan anggaran untuk kelangsungan hidup organisasi ini.
Sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)-nya, pergantian pengurus dilaksanakan melalui Musyawarah Induk Organisasi Cabang Olah Raga yang diadakan empat tahun sekali. Sedangkan jabatan Ketua Umum hanya dipilih satu kali dengan masa jabatan selama empat tahun.

Begitu pula KONI Ciamis. Baru-baru ini, tepatnya, Jum’at (13/3) lalu bertempat di aula Setda Ciamis, H. Iing S Arifin selaku Bupati Ciamis mengukuhkan kepengurusan KONI Kabupaten Ciamis periode 2015-2019, dengan Yasmin Sambas sebagai Ketua Umumnya. Disela-sela pengukuhan, Bupati Ciamis menghimbau agar kepengurusan KONI ini mampu mendongkrak prestasi atlet serta menyatukan organisasi cabang olahraga (cabor) yang ada. “Semoga sinergis dan berprestasi,” kata Iing.

Sebagai lembaga otoritas, yang sumber pendanaannya dari pemerintah dalam hal ini Pemkab Ciamis (APBD), maka dibutuhkan perhatian serius dari jajaran pengurus. Mengingat banyaknya cabang olahraga yang harus difasilitasi oleh KONI. Sekedar informasi untuk tahun 2015 KONI Ciamis hanya menerima anggaran sebesar 2 milyard rupiah. Kiranya dengan dana sebesar itu memaksa pengurus KONI memeras otak dalam pengelolaannya.

Belum genap satu bulan pengukuhan, KONI Ciamis di bawah kendali Yasmin Sambas mulai atur strategi untuk berbenah. Sebagai langkah awal, terhitung dua hari (25-26/03) KONI Ciamis mengutus enam orang “pejabat terasnya” untuk “berguru” ke  kantor KONI Provinsi Jawa Barat dan juga BPK-RI Jawa Barat. Ke-enam orang tersebut diantaranya Ardan, H. Maman, Syamsul R, Sodikin, Endang S, serta Ajiz Bazari. Keberangkatan ke-enam orang pengurus dalam rangka audiensi per-KONIan serta penggunaan anggaran.
“Hasil kesepakatan internal pengurus, mereka diutus untuk silaturahim dan juga konsultasi,” ungkap Yasmin.
Ketika disinggung tentang prioritas penggunaan anggaran, pria berperawakan sedang ini mengungkapkan, bahwasanya sebagian besar anggaran terserap untuk pembinaan cabang olahraga unggulan serta apresiasi bagi atlet yang berprestasi. Terutama bagi mereka yang mampu menyumbangkan medali dalam PORDA JABAR 2014. “Semoga terus berprestasi dan juga mampu mengharumkan nama Ciamis,” pungkas Yasmin. (Raymond) 
 
Top