GuidePedia

Deliserdang, Global Post
Beredarnya surat izin mendirikan bangunan (SIMB) diduga palsu tak hanya meresahkan warga Deliserdang. Tapi juga bakal menjadi penghalang pemenuhan target pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 630 miliar. Dan dikhawatirkan berdampak tidak meratanya pembangunan di Deliserdang. Tak sampai disitu, beredarnya SIMB diduga palsu ini juga pernah tertangkap didalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Kabupaten Deliserdang di komisi C DPRD Deliserdang.

Bahkan Benhur Silitonga, SE selaku anggota di komisi C DPRD DS sangat berang mendengar beredarnya SIMB diduga palsu itu. Apalagi ketika itu terucap dari Kepala Dinas Cipta Karya dan Pertambangan, Haris Pane. Benhur Silitonga, anggota DPRD Deliserdang Komisi C saat ditemui di Fraksi Golkar pada Rabu (18/3) siang mengatakan IMB diduga palsu ini langsung diutarakan Kepala Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deliserdang Haris Pane saat RDP.

Benhur menegaskan bahwa Haris Pane sudah melaporkannya ke Polda Sumut. “Haris Pane sudah melaporkan IMB diduga palsu ke Poldasu. Dan sedang diproses. Bahkan tersangkanya  sudah ada di periksa Polda,” tegasnya.

Benhur juga menerangkan kalau praktek SIMB diduga palsu ini sudah berjalan sejak lama dan terorganisir.
Keuntungan dari praktek itupun diperkirakannya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah dan merugikan Pemkab Deliserdang.

“Saya minta agar pihak kepolisian bekerja sama dengan Pemkab Deliserdang segera mengungkap kasus SIMB diduga palsu ini, karena dapat merugikan masyarakat dan Pemkab itu sendiri,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Kabupaten Deliserdang, Haris Pane, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, sudah melaporkan ke Poldasu tentang beredarnya SIMB diduga palsu tersebut. (Int)
 
Top