GuidePedia

Bengkulu Global Post
Peresmian pengolahan air bersih oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL II Padang Laksamana Pertama I Nyoman Nesa, bersama Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, Komandan Pangkalan TNI AL Bengkulu Letkol Laut (P) Amrin Rosihan Hendrotomo, dan Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ikhsan Fajri serta, Danrem 041/Gamas yang di wakili Kasrem Letkol Inf. Tri Widarbo, Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi secara bersama-sama meminum langsung air olahan itu. 

Air olahan yang dibangun TNI Angkatan Laut di Desa Malakoni Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu tak lain sebagai sarana prasarana air bersih yang dibangun TNI AL telah menjawab kebutuhan masyarakat yang tinggal di pulau terluar akan kebutuhan air bersih. warga Enggano agar menjaga aset ini," kata Gubernur di Pulau Enggano, Selasa (24/03/2015).

Pembangunan sarana air bersih di pulau terluar itu digagas TNI Angkatan Laut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir terhadap air bersih. Komandan Pangkalan TNI Bengkulu Letkol Laut (P) Amrin Rosihan Hendrotomo mengatakan kesejahteraan masyarakat pesisir masih jauh dari harapan, sehingga perlu didukung dengan pembangunan sejumlah sarana. Masyarakat pesisir dan yang tinggal di pulau terluar cenderung terlupakan dari sisi pembangunan, karena itu kami mengusulkan program pengolahan air bersih ke Mabes dan disetujui. Markas Besar TNI Angkatan Laut membangun intalasi pengolahan air laut menjadi air siap konsumsi dengan sistem "reverse osmosis" di pesisir wilayah Pulau Sumatera.

Pembangunan pengolahan air bersih untuk mendukung kinerja prajurit dan membantu masyarakat mendapatkan air bersih dibangun di lima titik, yang berkapasitas 9 Ton Per Hari.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL II Padang Laksamana Pertama I Nyoman Nesa di Pulau Enggano mengatakan hal itu, saat mendampingi Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah meresmikan pengolahan air bersih di Desa Malakoni, Kecamatan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Selain di pulau terluar Provinsi Bengkulu yakni Pulau Enggano yang dihuni lebih 2.800 jiwa, pengolahan air bersih juga dibangun di dua titik di Batam, satu titik di Anambas, dan satu di Tanjung Balai Karimun.

Pembangunan sarana dan prasarana air bersih tersebut, kata Danlantamal sebagai bentuk dari pembinaan masyarakat pesisir yang menjadi program TNI AL. Khusus di Bengkulu, sarana pengolahan air bersih itu dipusatkan di Desa Malakoni yang lokasinya berada di pertengahan dari enam desa yang ada di pulau berjarak 106 mil laut dari Kota Bengkulu. “Kami berharap sarana pengolahan air bersih ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dalam menyediakan air minum," kata dia.

Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah menghimbau masyarakat yang bermukim di pulau terluar Pulau Enggano, agar tidak mengembangkan komoditas sawit di pulau itu untuk melindungi ketersediaan air bersih. Tanaman sawit dikenal banyak menyerap air,  jadi agar Enggano tidak krisis air bersih, jangan tanam sawit," katanya, saat meresmikan pengolahan air bersih yang dibangun TNI Angkatan Laut di Desa Malakoni, Kecamatan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Gubernur juga mengatakan untuk membangun pengolahan air bersih perlu dana miliaran rupiah, seperti yang dibangun oleh TNI AL untuk pengolahan air laut jadi siap konsumsi di wilayah itu. Karena itu, Gubernur menghimbau masyakat yang tinggal di pulau terluar berjarak 106 mil laut dari Kota Bengkulu itu, turut berperan aktif menjaga lingkungan dan ketersediaan air. Komoditas yang dikembangkan di Pulau Enggano saat ini sudah cukup baik, ada pisang, melinjo dan kakao.

Pengukuhan sebagai warga kehormatan itu digelar usai peresmian pengolahan air bersih yang dibangun TNI Angkatan Laut di Desa Malakoni."Penghargaan tinggi kami sampaikan kepada jajaran TNI Angkatan Laut dan pemerintah Provinsi Bengkulu," kata Paabuki atau Koordinator Kepala Suku Enggano Harun Kaarubi saat pengukuhan di Enggano.  Selain Danlantamal II Padang I Nyoman Nesa dan Gubernur Bengkulu, Komandan Pangkalan TNI AL Bengkulu, Letkol Laut (P) Amrin Rosihan Hendrotomo, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Ghufron, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ikhsan Fajri dan Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi juga mendapat gelar serupa.

Harun mengatakan sebagai warga kehormatan Suku Enggano, para pejabat lingkungan TNI AL dan Pemprov Bengkulu telah menjadi saudara bagi warga Enggano. Pulau Enggano yang berjarak 106 mil laut dari Kota Bengkulu dihuni 2.800 jiwa yang terbagi dalam lima suku.

Lima suku asli yang mendiami pulau seluas 40 ribu meter persegi tersebut yakni Suku Kauno, Kaarubi, Kaharuba, Kaahua, Kaitora. Bagi pendatang di pulau terluar itu diberi nama suku yakni Suku Kamai, Danlantamal II Padang Laksamana Pertama, I Nyoman Nesa mengatakan pengukuhan sebagai warga kehormatan Suku Enggano akan mempererat persaudaraan dan persatuan. "Artinya kita sudah bersaudara dan bersama-sama membangun pulau ini dan menjaga keutuhan NKRI," katanya.

Disisi lain Gubernur menjelaskan bukan hanya sarana air bersih yang kita bangun namun infrastruktur jalan sepanjang 9 KM yang masuk program TMMD TNI AL, dan peletakan papan pertama perehapan jembatan yang akan di kerjakan TNI juga, dan kita akan melakukan pelebaran bandara yang berkapasitas pesawat sekala besar, jelasnya.

Dan kita juga sudah memberi bantuan galon dan peralatan untuk pengangkut air sebanyak 150 buah galon yang sudah diserahkan secara simbolis kepada 6 Kepala Desa Di kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara ini. (Medi)
 
Top