GuidePedia

Baturaja, Global Post
        Kebijakan pemerintah pusat yang kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), menuai protes mahasiswa. Sejumlah mahasiswa yang tergabung Forum Mahasiswa OKU Bersatu yang tergabung di dalamnya KMMI AL IZZAH, BEM STAI, BEM AKMI, Pemuda PUI, Mahasiswa UNBARA, dan Mahasiswa Pancasila. meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) - JK mundur dari jabatannya.

Aksi unjuk rasa yang dimulai dari mengelilingi Taman kota Baturaja ini menyampaikan aspirasinya kepada semua pengendara dan masyarakat untuk menyoroti dan menolak dengan tegas sikap pemerintah, yang terkesan seenaknya menaikkan harga BBM.

Setelah puas berorasi meraka langsung menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD OKU dan mendapat pengawalan dari Sat pol PP dan SABARA polres OKU di Gedung DPRD OKU sambil membawa spanduk berisi kecaman terhadap pemerintahan Jokowi-JK.  Hal itu dikarenakan, kebijakan pemerintah pusat dalam menaikkan harga BBM akan menyengsarakan kehidupan rakyat, yang dibarengi dengan naiknya sejumlah bahan kebutuhan pokok.

“Kebijakan Presiden Jokowi menaikkan BBM akan berdampak besar bagi masyarakat kecil. Untuk itu kami mahasiswa OKU Bersatu dengan tegas menolak kebijakan tersebut dan Meminta Kepada Jokowi-JK untuk Turunkan Harga BBM dan pertahankan harga LPG  3 Kg Jangan sampai (Rp 45.000). Setabilkan Harga bahan-bahan pokok yang merupakan kebutuhan utama masyarakat. Naikkan harga Karet yang merupakan pendapatan utama masyarakat Sumsel. Setabilkan Nilai tukar Rupiah Sebagai salah satu indikator kedaulatan Ekonomi Indonesia. Bangun dan sadar, bahwa rakyat yang memilih Ketika pilpres kemarin sedang tercekik dan kelaparan. Kalau tuntutan Kami tidak di Indahkan atau tidak di tanggapi oleh pemerintah, maka kami akan turunkan Rezim Jokowi-JK dan akan mengadakan aksi kembali pada tanggal 20 Mei 2015 dengan membawa masa yang lebih banyak lagi,” tegas kordinator lapangan aksi, di Depan gedung DPRD OKU, Selasa (6/4/2015).

Karena tidak puas dengan kinerja 34 Anggota dewan yang saat itu sedang Melakukan Reses ke Desa-desa mereka pun Berusaha masuk kedalam Gedung. Dan sempat terjadi saling dorong antara Mahasiswa dan Sat pol PP. Akhirnya setelah mendapat ijin dari ketua DPRD OKU Drs. Johan Anuar yang baru saja datang setelah melakukan Reses dari sebuah Desa di OKU.

Kemudian merekapun dipersilahkan masuk kedalam gedung dan menyampaikan aspirasinya kepada Ketua DPRD OKU. “Kamipun sebagai Wakil Rakyat akan mendukung Segala asspirasi Rakyat khususnya masyarakat OKU dengan ketentuan peraturan dan perundang-udangan yang Berlaku," ujar Ketua DPRD OKU Drs. Johan Anuar. Tak lama setelah itu merakapun membubarkan diri setelah aspirasi mereka di terima untuk di sampaikan ke Pusat oleh DPRD OKU. (Cah)

 
Top