GuidePedia

Kab. Kediri, Global Post
Pabrik Gula Ngadirejo Kecamatan Kras Kabupaten Kediri tidak seperti biasanya, suara gamelan jawa yang ditabuh terdengar dari tenda raksasa di halaman pabrik. Di sekitar tenda berjejer lapak pedagang kaki lima yang ikut memeriahkan acara tersebut. Ratusan kendaraan milik karyawan Pabrik Gula (PG) Ngadirejo juga sudah memenuhi halaman parkir.

Keluarga besar PG Ngadirejo menggelar acara tasyakuran buka giling. Berbagai event diadakan untuk mengisi tasyakuran buka giling 2015 tersebut seperti bazaar, pengajian umum, sholawatan dan santunan anak yatim.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno, GM PG Ngadirejo Ir. Glen AT Sorongan, Direksi PTPN X Ir. H. Moch. Sulton, MM, Muspida Kabupaten Kediri, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat, Kyai dan Ulama, Anak Yatim serta Karyawan-Karyawati PG Ngadirejo.

Ritual Manten Tebu, menandai dimulainya tasyakuran buka giling PG. Ngadirejo tahun 2015. Manten tebu adalah ritual pernikahan tebu. Pada ritual tersebut, pimpinan dan karyawan PG. Ngadirejo mengarak sepasang boneka pengantin dan puluhan tebu pilihan. Ritual tersebut juga diiringi oleh tari kuda lumping. Manten tebu merupakan simbol bersatunya petani tebu dan pihak pabrik. Ritual manten tebu berakhir dengan diletakkannya sepasang boneka pengantin beserta puluhan tebu di atas mesin penggilingan untuk digiling.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno yang juga menyaksikan ritual tersebut dalam sambutannya mengatakan bahwa 75% mata pencaharian masyarakat Kabupaten Kediri adalah petani, oleh sebab itu kerjasama yang sudah terjalin dengan baik antara petani tebu dan PG. Ngadirejo harus dilestarikan.
“Tebu Kabupaten Kediri menjadi bahan baku di empat pabril gula di wilayah PTPN X, oleh sebab itu pembinaan kepada petani tebu harus diintensifkan,” ungkap Bupati Haryanti.

Pada kesempatan tersebut Bupati Haryanti juga menambahkan bahwa pemerintah pusat berkomitmen untuk mengurangi sedikit demi sedikit impor gula dan targetnya pada tahun 2019 Indonesia swasembada gula.
“Saya ucapkan selamat buka giling kepada GM PG. Ngadirejo beserta jajaran, semoga sukses,” Imbuh Bupati Haryanti.

Sementara itu, General Manager PG. Ngadirejo Ir. Glen AT Sorongan dalam sambutannya mengatakan bahwa proses penggilingan tebu di PG. Ngadirejo tahun 2015 harus lebih baik dari tahun 2014. Keinginannya agar kualitas dan kuantitas tebu bisa semakin meningkat.

“Kami telah menyiapkan langkah-langkah agar hasil tahun ini semakin baik yaitu kualitas bahan baku tebu harus bagus, alat dan mesin giling dipersiapkan dengan baik, waktu giling yang tepat, serta penataan SDM dan penatanaan kebersihan dan lingkungan pabrik,” jelas Glen.

Lebih jauh Ir. Glen AT Sorongan menjelaskan bahwa pada tahun 2015 PG. Ngadirejo akan menggiling sekitar 92.000 ton tebu dari 12.000 hektar sawah. Oleh karena itu dia berharap agar semua persiapan yang sudah dilakukan bisa menghasilkan gula yang berkualitas.

Acara tasyakuran Buka Giling PG. Ngadirejo 2015 ditutup dengan santunan kepada anak yatim dan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh GM PG.Ngadirejo dan diserahkan kepada Bupati Haryanti. (Humas/Mbang)
 
Top