GuidePedia

Baturaja, Global Post
Berita miring tentang penyaluran Beras Miskin yang tidak layak konsumsi bukan isu baru di masyarakat. Hal ini dikatakan Harno Pangestu sebagai seorang kontrol sosial di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) membenarkan banyak sekali masyarakat yang mengadu bahwa raskin yang diterima tidak layak konsumsi seperti bulukan, rapuh hingga jadi tepung dan berkutu.

"Kami mengharap pengelola distribusi raskin bisa memodifikasi managemen lebih baik lagi, sehingga beras yang diterima bisa dan layak untuk dikonsumsi,” katanya.

Kepala Perum Bulog Sub Drive, Baturaja OKU, Meizarani, SH. MM menjelaskan, secara operasional Bulog sudah menerapkan Standar Operasional Prosedur baik dari menyerap, menyimpan atau mendistribusikan. Memen memaparkan, beras yang diserap Bulog sesuai dengan standar operasional yang ketat. "Kami lakukan survei bersama tim sebelum menyerap beras dari petani," ungkapnya.

Secara penyimpanan, lanjut Kepala Perum Bulog Sub Drive, yang sering di Sapa Pak Memen itu mengatakan, Bulog selalu melakukan monitoring dan pengendalian gudang terpadu satu bulan sekali. Kemudian, sebelum menyalurkan raskin, bulog mendatangkan tim independen yang mensurvei kelayakan beras.

"Kami berikan garansi dan bersedia mengganti bila menerima beras miskin yang diterima tidak layak konsumsi, dengan melaporkan keperangkat desa setempat kemudian kelurahan dan kecamatan. Maka kami akan mengganti seluruh beras yang tidak layak konsumsi tersebut. Tidak menutup kemungkinan ada kebocoran tetapi hal itu tidak bisa menggeneralisasikan bahwa raskin itu jelek. Kami garansi raskin itu layak makan karena kami sudah lakukan SOP  yang ketat sesuai arahan dari pihak Kementrian," tegasnya. (Cah)




 
Top