GuidePedia


Sukabumi, Global Post
Keberadaan dan kehadiran guru sebagai seorang pendidik ditengah peserta didik haruslah benar-benar berkualitas, dengan demikian akan menjadi guru yang professional. Dalam mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas utama guru yang dilaksanakan melalui proses pembelajaran, baik dilakukan di dalam kelas maupun dilakukan di luar kelas.

Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut, guru harus benar-benar memiliki kemampuan dan keahlian dalam melaksanakan proses pembelajaran, karena proses pembelajaran itu pelaksanaannya tidak mudah, banyak hal yang harus diperhatikan, seperti beraneka ragam sikap, kecerdasan dan perilaku peserta didik, demikian juga dalam menyampaikan materi pelajaran harus hati-hati jangan sampai salah, salah sedikit saja menjadi fatal bagi peserta didik karena guru selalu dijaga dan ditemui maka dari itu guru harus profesional.
Demikian dikatakan H.A. Tabrani selaku pengamat dan pemerhati dunia pendidikan kepada Global Post baru-baru ini.

Di abad sekarang merupakan abad global. Kehidupan bermasyarakat berubah dengan cepat karena dunia semakin menyatu apabila ditopang oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga batas-batas masyarakat dan negara menjadi kabur. Ekonomi dunia berkembang dengan pesat yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ekonomi yang berdasarkan ilmu pengetahuan merupakan lokomotif dari perubahan dunia abad sekarang.

Ekonomi yang berdasarkan ilmu pengetahuan (knowledge based economy) menuntut penguasa ilmu pengetahuan dari para pelaku ekonomi profesional. Didalam masyarakat sederhana, berbagi pekerjaan dilakukan secara rutin. Keadaan ini tidak dapat dipertahankan di dalam ekonomi berdasarkan ilmu pengetahuan, paparnya.

Masih menurut Tabrani, masyarakat konsumen menuntut kualitas produksi yang tinggi dan terus menerus diperbaiki. Oleh sebab itu, profesionalisme merupakan syarat mutlak didalam kehidupan global. Globalisasi mengubah hakekat kerja dari amatirisme menuju kepada profesionalisme. Memang inilah dasar dari suatu masyarakat yang berdasarkan merit system. Legitimasi dari suatu pekerjaan atau jabatan didalam masyarakat abad sekarang tidak lagi didasarkan kepada amatirisme atau keterampilan yang diturunkan atau dengan dasar-dasar yang lain, tetapi berdasarkan kepada kemampuan seseorang yang diperoleh secara sadar dan terarah dalam menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan dan keterampilan.

Termasuk didalam perubahan global ialah profesi guru. Sesuai dengan tuntutan masyarakat, profesi guru juga menuntut profesionalisme. Guru yang profesional bukan hanya sekedar alat untuk transmisi kebudayaan tetapi mentransformasikan kebudayaan itu kearah budaya yang dinamis yang menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, produktifitas yang tinggi, dan kualitas karya yang dapat bersaing. Guru profesional bukan lagi merupakan sosok yang berfungsi sebagai robot, tetapi merupakan dinamisator yang mengantar potensi-potensi didik kearah kreatifitas. Tugas seorang guru profesional meliputi tiga bidang utama : 1) dalam bidang profesi; 2) dalam bidang kemanusiaan; dan 3) didalam bidang kemasyarakatan.

Dalam bidang profesi seorang guru profesional berfungsi untuk mengajar, mendidik, melatih, dan melaksanakan penelitian masalah-masalah kependidikan. Dalam bidang kemanusiaan, guru profesional berfungsi sebagai pengganti orang tua khususnya didalam bidang peningkatan kemampuan intelektual peserta didik. Guru profesional menjadi fasilitator untuk membantu peserta didik mentransformasikan potensi yang dimiliki peserta didik menjadi kemampuan serta keterampilan yang berkembang dan bermanfaat bagi kemanusiaan. 

Didalam bidang kemasyarakatan, profesi guru berfungsi untuk memenuhi amanat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu ikut serta di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Sesuai dengan diferensiasi tugas dari suatu masyarakat modern, sudah tentu tugas pokok utama dari guru profesional ialah didalam bidang profesinya tanpa melupakan tugas-tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan lainnya. Dalam rangka untuk melaksanakan tugas-tugasnya, guru profesional haruslah memiliki berbagai kompetensi.

Kompetensi-kompetensi guru profesional antara lain meliputi : kemampuan untuk mengembangkan pribadi peserta didik, khususnya kemampuan intelektual, serta membawa peserta didik menjadi anggota masyarakat Indonesia yang bersatu berdasarkan pancasila. Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, seorang guru profesional tentunya harus menguasai falsafah pendidikan nasional, menguasai pengetahuan yang luas khususnya bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik, serta memiliki kemampuan teknis dalam menyusun program pengajaran dan pelaksanaannya.

Seorang guru profesional dapat mengadakan evaluasi didalam proses pembelajaran, dan membimbing peserta didik untuk mencapai tujuan program pembelajaran dan mengajar. Selain itu seorang guru profesional adalah seorang administrator, baik didalam administrasi proses pembelajaran maupun di dalam kemampuan manjerial dalam lingkungan sekolah. Sebagai seorang pendidik, seorang guru profesional adalah seorang komunikator. Ia dapat berkomunikasi dengan peserta didiknya dalam upaya untuk mengembangkan kepribadian peserta didiknya. Selanjutnya, sebagai suatu profesi yang terus menerus berkembang, seorang guru profesional hendaknya mampu mengadakan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan peningkatan profesional seorang pendidik, dan seterusnya, tutur Tabrani sambil mengakhiri percakapannya dengan Global Post. (As/Dm)

 
Top