GuidePedia

Depok, Global Post
Perlombaan piala Adipura yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Kota Depok terancam tersingkir, pasalnya, Kota Depok berada diperingkat 13 di berberapa  kota / Kaupaten di Jawa Barat yang ditetapkan  sebagai kota terkotor, bahkan hal tersebut diakui oleh aparatur Pemerintah Kota Depok ini.

Wakil walikota Depok, Idris Abdul Somad mengatakan, tidak menolak predikat Depok sebagai kota terkotor, jika hal itu merupakan hasil penilaian obyektif. Karena, kasus pencemaran udara, penghijauan, hingga antisipasi sampah masih belum maksimal dilakukan aparatur pemerintah daerah ini.

"Kalau memang penilaian obyektif seperti itu, ya kami tidak bisa menolak. Kenyataannya memang kami belum maksimal mengatasi pencemaran lingkungan," tegasnya.

Jumlah sarana dan prasarana yang harus diwujudkan Pemkot untuk penanganan sampah memang masih kurang. Hal ini karena terbatasnya anggaran yang lebih difokuskan kepada pembangunan infrastruktur. Sedangkan  terhadap peluasan TPA Cipayung yang sudah  tidak dapat menampung sampah lagi dan belum terselesaikan hingga kini, jelasnya.

Menurut Idris, Kota Depok baru bisa mampu menampung sampah 47 persen dari keseluruhan produksi sampah yang ada. Diakuinya, jika pihakya memang kekurangan fasilitas untuk menyediakan fasilitas tempat sampah. Anggaran Pemkot Depok banyak terkuras untuk memenuhi janji politik. Seperti, menyelesaikan jalan lingkungan (Jaling) dan jalan-jalan  serta pendirian puskesmas 24 jam, paparnya.

Karena anggaran terbatas itu tidak bisa memperbaiki sarana dan prasarana persampahan kurang, memang masih perlu kami tingkatkan kedepan. Selain itu, sambungnya, penyebab Depok ditetapkan sebagai kota terkotor di Jawa Barat oleh Kementerian Lngkungan Hidup yang membuat piala Adipura itu akan hilang adalah kesadaran  masyarakat untuk memilah sampah masih sangat kurang, ditambah lagi produktivitas dinas terkait untuk menyadarkan masyarakat menjaga kebersihan belum masksimal.

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Wijayanto mengatakan masih optimis Depok bisa meraih Adipura. Untuk mengatasi  masalah sampah dan air, BLH memliki delapan progam aksi Adipura. Dantaranya, sebulan sekali menggelar aksi bersih di setiap kelurahan, pembentukan kader peduli lingkungan, penanaman pohon, penertiban PKL dan optimalisasi pemilahan dan pengangkutan sampah, ucapnya.

Menurut Wijaya, secara pribadi saya masih optimis Depok bisa bersaing dengan kota lainnya seperti Bandung, Bekasi, Bogor dan Karawang untuk meraih Adipura 2014-2015. Nilai dari PD, kami memang baru mencapai 71,30 persen. Dalam tahap P2 nanti, kami menargetkan bisa menjadi minimal 73 sehingga masuk ketahap akhir, tandasnya. (Jopi)  


 
Top