GuidePedia


Jakarta, Global Post
Mendalami putusan penetapan Kasasi Mahkamah Agung terkait perkara kasasi No.1915 K/ Pid.SUS/2014 tanggal 15 Februari 2015 atas nama Danial Massaro alias Dado (33 th) dan Sutrisno Alias Acang  (56 th) yang sebelumnya disidangkan di PN Jakarta Selatan yang menetapkan dalam putusan kasasinya, Mahkamah Agung menambah masa tahanan paling lama 30 hari terhitung mulai tanggal 14 Januari 2015 sesuai Penetapan Ketua Mahkamah Agung No.3208/2015/s.955.tah.sus/pp /2014/ MA Tanggal 12 Desember 2014 terhadap kedua tersangka.

Berdasarkan penetapan Mahkamah Agung No.3208/2015/s.955.tah.sus/pp /2014/ MA Tanggal 12 Desember 2014 tersebut disebutkan  terdakwa wajib dikeluarkan oleh pengadilan dari penjara Cipinang sebagai rumah tahanan mayarakat.

“Karena putusan tersebut telah mengahiri penderitaan terdakwa karena perkara ini bentuk kejahatan yang diatur pasal 29 KUHP ayat (3) huruf d, secara otomatis Mahkamah Agung  RI telah mengeluarkan petikan putusan berdasarkan pasal 226 kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana dalam perkara kasasi No.1915 K/ Pid.SUS/2014 tanggal 15 Februari 2015 atas nama Danial Massaro alias Dado (33 th) dan Sutrisno Alias Acang  (56 th) dengan memeriksa perkara pidana khusus pada tingkat kasasi,” Ujar Mudjadid, Kuasa hukum terdakwa.

 Sehingga, lanjut Mudjadid, dengan memeriksa dan membaca penahanan polisi dan jaksa serta putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta menyatakan kedua terdakwa ditahan sampai tanggal 14 Februari 2015 oleh Mahkamah Agung dalam rangka pemeriksaan Kasasi  dan mengadili dengan menyatakan permohonan kasasi jaksa penuntut umum  pada kejaksaan Jakarta Selatan tersebut  tidak dapat diterima.

Demikian juga, kata Mudjadid, dalam putusan penetapan Kasasi MA menyatakan permohonan kasasi dari pemohon kasasi terdakwa 1 Danial Massaro alias Dado dan terdakwa  Sutrisno tersebut tidak dapat diterima, dan membebankan kepada para pemohon kasasi  terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi masing masing  sebesar  Rp 2.500 (dua ribu lima ratus rupiah).

Putusan  kasasi dalam rapat musyawarah Mahkamah Agung  pada hari kamis tanggal 15 Januari 2015 oleh dr. Saiman Luthan, SH, MH, Hakim Agung yang ditetapkan oleh ketua Mahkamah Agung  sebagai ketua majelis Dr. H. Andi Samsam Nganro, SH. MH dan Dr. HM. Syarifuddin, SH. MH adalah Hakim Hakim Agung sebagai anggota.

Penetapan Putusan Kasasi NA tersebut diucapkan  dalam sidang  terbuka untuk umum, dengan demikian putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak lagi memiliki kekuatan hukum sejak perkara pemeriksaan kasasi atas perkara terdakwa berjalan. Justru yang berlaku adalah penenetapan Mahkamah Agung menambahkan masa tahanan paling lama 30 hari terhitung sejak tanggal 14 Januari 2015 ssebagaimana penetapan ketua Mahkamah Agung No. 3208/2015/s.955.tah.sus/pp /2014/ MA Tanggal 12 Desember 2014.
“Artinya  terdakwa wajib dikeluarkan oleh pengadilan dari penjara Cipinang sebagai rumah tahanan mayarakat. Karena putusan tersebut telah mengakhiri penderitaan terdakwa sebagai korban kejahatan dari implementasi yang diatur pasal 29 ayat (3) huruf d KUHP. Tidak hukuman yang dijatuhkan Mahkamah Agung hanya beban biaya perkara Rp 2500,” tegas Mudjadid.

Selaku advokat, Mudjadid telah minta pengadilan agar mengeluarkan kedua terdakwa dari tahanan hakim atau jaksa demi hukum sesuai putusan Mahkamah Agung. “Walau Jaksa dan pengadilan sudah menerima petikan putusan Mahkamah Agung ternyata keduanya telah merugikan hak kebebasan para terdakwa,” ungkapnya.

 Karena itu, tandas Mudjadid, ini membuktikan jaksa tidak memahami urutan hukum pidana. “Jaksa Agung wajib menindak Jaksa tersebut dan mengeluarkan terdakwa dari tahanan lembaga permasyarakatan demi hukum sebelum para terdakwa meminta ganti rugi atas kelalaian Jaksa main hakim sendiri,” ujar Mudjadid mengakhiri perbincangannya. (Jer/Red)
 
Top